<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193322</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205113233</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000406</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN SAMPAH SEJENIS SAMPAH RUMAH TANGGA DI KOTA KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Ndoloe, Ardyantho Jozhua Anugerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ndoloe, Ardyantho Jozhua Anugerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19 :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16614</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 986 863</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 986 863 NDO i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Sampah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP): Sampah adalah masalah lingkungan yang menjadi perhatian umum &#13;
khususnya pemerintah dalam mengatasinya. Kota Kupang merupakan salah satu kota yang memiliki &#13;
jumlah timbulan sampah paling tinggi jika dibandingkan dengan seluruh kota/kabupaten di Provinsi &#13;
Nusa Tenggara Timur. Sampah rumah tangga menjadi sumber sampah yang mendominasi di Kota &#13;
Kupang, adapun Kota Kupang dinilai sebagai kota terkotor kategori kota sedang oleh Kementerian &#13;
Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sehingga hal ini menunjukan masih ada permasalahan dalam &#13;
penanganan sampah khususnya sampah rumah tangga di Kota Kupang. Tujuan: Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kebijakan, serta kendala, dan &#13;
upaya dalam mengatasi kendala pada kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah &#13;
sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode &#13;
kualitatif-deskriptif dan pendekatan induktif dengan teknik pengumpulan data menggunakan &#13;
wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori utama implementasi &#13;
kebijakan Thomas R. Dye yang dilihat dari 5 (lima) dimensi yang terbagi menjadi 12 indikator. &#13;
Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh yaitu belum berjalannya tahapan pengelolaan sampah &#13;
karena tidak adanya fasilitas TPST; adanya pembentukan tim siaga dan tim pamungkas untuk &#13;
penanganan sampah; anggaran yang diterima dinas belum mencukupi untuk memaksimalkan &#13;
penanganan sampah; adanya SOP dalam penanganan sampah, diskresi, dan pemberian sanksi yang &#13;
diberikan dinas; masih adanya kepentingan politik yang mempengaruhi proses rekrutmen khususnya &#13;
pegawai PTT; belum adanya teknologi yang digunakan dalam penanganan sampah. Masih terdapat &#13;
beberapa kendala yang menghambat dalam proses implementasi yaitu dari sisi internal dinas pada &#13;
Sumber Daya Manusia, sarana prasarana, dan anggaran serta sisi eksternal dari rendahnya kesadaran &#13;
masyarakat. Kesimpulan: Implementasi Kebijakan penanganan sampah rumah tangga dan sampah &#13;
sejenis sampah rumah tangga di Kota Kupang belum berjalan sepenuhnya sesuai tahapan &#13;
penanganan sampah karena tahapan pengelolaan sampah yang belum dilaksanakan dinas. &#13;
Selanjutnya, masih ada kendala dalam implementasi kebijakan dari sisi internal maupun eksternal, &#13;
adapun upaya-upaya telah dilaksanakan dinas untuk mengatasi kendala yang ada selanjutnya dapat &#13;
dimaksimalkan berdasarkan saran yang diberikan oleh peneliti.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
