<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193343</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205011200</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000427</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING  DI KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Toriq Dwi Citra Permata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Toriq Dwi Citra Permata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19360</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nur Saribulan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 284 3</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 284 3 TOR c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanganan Masalah Stunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">PERMASALAHAN (GAP): Stunting di Kabupaten Lamongan pada prevalensi stunting meningkat pada tahun &#13;
2021 sebesar 22,5% menjadi 27,5% pada tahun 2022. Tujuan: untuk mengetahui dan mendeskripsikan &#13;
bagaimana collaborative governance dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Lamongan &#13;
Provinsi Jawa Timur melalui program 1-10-100. Metode: Penelitian ini menggunakan metode metode &#13;
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan dokumentasi dan &#13;
wawancara. Analisis data dilaksanakan dengan memanfaatkan perangkat lunak NVivo 12. &#13;
Hasil/Temuan: terdapat adanya permasalahan yaitu didapatkannya tugas dan tanggung jawab para &#13;
pemangku kepentingan yang tidak setara dan hanya dominan pada TP PKK, serta aturan-aturan yang &#13;
belum jelas ditandai dengan tidak adanya SOP.  Kesimpulan: Pada beberapa dimensi ditemukannya &#13;
fenomena, seperti pada dimensi kondisi awal bahwa tidak adanya hak dan tanggung jawab yang sama &#13;
dalam berkolaborasi, pada dimensi kepemimpinan fasilitatif yang dimana peran pemangku &#13;
kepentingan menjadi satu-satunya indikator, pada dimensi desain kelembagaan dalam proporsinya &#13;
melalui hierarchy chart bahwa transparansi proses lebih dominan dibanding indikator lainnya, lalu &#13;
pada dimensi proses kolaborasi satu pemangku kepentingan yang terlalu dominan yaitu TP PKK serta &#13;
aturan-aturan kurang lengkap untuk program 1-10-100 karena hanya menggunakan SK TPPS di &#13;
Kabupaten Lamongan nomor 188/133/KEP/413.013/2022 dan SK Orang Tua Asuh Percepatan &#13;
Penurunan Stunting di Kabupaten Lamongan nomor 188/324/KEP/413.013/2023 serta tidak memiliki &#13;
SOP program 1-10-100.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
