<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193347</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205011755</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000431</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Noor Ivana Maula Isyaroh</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Noor Ivana Maula Isyaroh</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21 :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18899</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muchlis Hamdi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.370 959 836 13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.370 959 836 13 NOO i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan Kebakaran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP):  Penulis berfokus pada permasalahan kebakaran lahan &#13;
di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan kejadian kebakaran &#13;
lahan setiap tahunnya. Hal itu ditunjukkan dari data jumlah lahan yang terbakar di setiap &#13;
tahunnya serta penyebab terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh jenis tanah yang ada di &#13;
Kota Banjarbaru.   &#13;
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan &#13;
menganalisis faktor pendukung dan penghambat serta merumuskan upaya untuk &#13;
mengoptimalkan Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kota &#13;
Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif &#13;
dengan menganalisis tahap implementasi kebijakan menurut Teori Knill dan Tosun (2020). &#13;
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (21 informan), observasi, dan &#13;
dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini &#13;
menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di wilayah Kota &#13;
Banjarbaru belum optimal dengan adanya temuan kendala dalam pelaksanaan kebijakan yaitu &#13;
keterbatasan fasilitas yang belum sesuai dengan kebutuhan pekerja, serta belum adanya dana &#13;
insentif yang diberikan kepada para petugas. Kesimpulan:  Hasil penelitian menunjukan bahwa &#13;
faktor pendukung implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru &#13;
yaitu ketepatan dan kemudahan pilihan instrumen kebijakan, kejelasan desain kelembagaan yang &#13;
meliputi jumlah organisasi pelaksana dan koordinasi internal dan antar organisasi, adanya &#13;
pengawasan oleh badan pengawas, tersedianya sumber daya meliputi sumber daya manusia, &#13;
keuangan, teknologi, dan informasi, kemampuan dalam melaksanakan SOP, dan tingginya &#13;
penerimaan sosial. Sedangkan, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan &#13;
kebakaran lahan yaitu ketidakjelasan desain kebijakan berupa prosedur, waktu, dan sumber daya &#13;
serta perubahan target dan tujuan kebijakan, kurangnya pengawasan oleh masyarakat, dan &#13;
ketidakcukupan anggaran dalam penanggulangan kebakaran lahan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
