<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193358</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205013410</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000442</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EVALUASI KEBIJAKAN QANUN JINAYAT GUNA MENENGAKKAN SYARI’AT  ISLAM DI KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH /</subfield>
      <subfield code="c">Ali Akbar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ali Akbar</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18098</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sarwani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">340.590 959 811 12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">340.590 959 811 12 ALI e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Hukum Pidana Islam</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan / Latar Belakang (GAP) : Penelitian ini membahas mengenai evaluasi kebijakan &#13;
Qanun Jinayat guna menegakkan syari’at islam di Kota Banda Aceh yang masih belum efektif &#13;
yang di buktikan di tahun 2022 kasus tersebut naik menjadi 61 kasus dan ditahun 2023 dimulai &#13;
dari bulan Januari hingga September, kasus pelanggaran syari’at islam meningkat lagi menjadi 79 &#13;
kasus. Tujuan: Tujuan dari Penelitian ini untuk mengetahui evaluasi Kebijakan Qanun Jinayah, &#13;
mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi Implementasi Kebijakan Qanun Jinayah dan usaha &#13;
yang dilakukan untuk mengatasi penghambat Implementasi Kebijakan Qanun Jinayah dalam &#13;
Menegakkan Syari’at Islam oleh Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh. Metode: Penelitian ini &#13;
menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi atau pengamatan, &#13;
wawancara langsung dan dokumentasi. Penelitian ini di analisis menggunakan teori dari William &#13;
N.Dunn ada enam dimensi yaitu: efektivitas, efisien, kecukupan, kemerataan, reponsivitas dan &#13;
ketepatan. Hasil Penelitian: Kebijakan qanun jinayat belum efektif saat pelaksanaannya dapat &#13;
dilihat bahwa masih ditemukan pelanggaran syari’at Islam dikarenakan kurangnya kesadaran &#13;
masyarakat. Dengan itu pula perlunya evaluasi kebijakan qanun jinayat berkesinambungan dengan &#13;
prosedur yang ditentukan untuk mencapai harapan dari pemerintah Kota Banda Aceh, kebijakan &#13;
ini juga membutuhkan fasilitas sarana dan prasarana serta sumber daya yang mendukung dan &#13;
sebelum dilaksanakan kebijakan ini sudah disosialisasikan terlebih dahulu kepada masyarakat agar &#13;
dapat lebih seimbang antara penegakan hukum dan pembinaan sosial yang lebih efektif dan adil.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
