<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193374</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205015747</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000458</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI LINGKUNGAN LEBAK KELURAHAN TUKANGKAYU KECAMATAN BANYUWANGI KABUPATEN BANYUWANGI :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Dea Apsari Pramudana Putri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dea Apsari Pramudana Putri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17805</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sulthon Rohmadin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 828 82</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">627.459 828 82 DEA c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">penanggulangan banjir</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bencana alam banjir merupakan bencana tahunan&#13;
yang terus melanda Kabupaten Banyuwangi terkhusus kawasan Lingkungan Lebak Kelurahan&#13;
Tukangkayu. Lingkungan Lebak merupakan kawasan permukiman yang memiliki kedalaman&#13;
tanah yang sangat rendah yakni 6mdpl sehingga rawan terendam oleh banjir apabila terjadi&#13;
hujan dengan intensitas tinggi. Berbagai program penanggulangan bencana dari pemerntah&#13;
telah dilaksanakan. Akan tetapi, bencana tahunan masih terus melanda dan merendam kawasan&#13;
Lingkungan Lebak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui, menganalisis,&#13;
serta mendeskripsikan bagaimana penerapan Collaborative Governance yang terjalin antara&#13;
pihak pemerintah, dunia usaha, dan kelompok masyarakat di Lingkungan Lebak, Kelurahan&#13;
Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi dalam penanggulangan&#13;
bencana banjir. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan&#13;
menggunakan sumber data primer dan sekunder dalam menunjang hasil penelitian. Penelitian&#13;
ini bertumpu pada teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi&#13;
untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mewawancari 22 informan kunci yang di&#13;
dalamnya terdapat perwakilan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dengan BPBD&#13;
sebagai leading sektornya. Hasil/Temuan: Kolaborasi antara pihak pemerintah, dunia usaha,&#13;
dan kelompok masyarakat sudah terlaksana tetapi belum optimal sehingga perlu dilakukan&#13;
pemaksimalan peranan pada tahapan preventif dan monitoring. Pihak pemerintah masih&#13;
cenderung lebih dominan dibandingkan dengan dunia usaha dan kelompok masyarakat. Proses&#13;
kolaborasi tersebut menghasilkan dua unit mesin pompa air permanen, plengsengan sungai,&#13;
program normalisasi sungai, dan pelaksanaan apel satgas bencana yang beranggotakan seluruh&#13;
stakeholder. Dalam pelaksanan kolaborasi ini terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya&#13;
kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak membuang sampah atau limbah ke sungai,&#13;
sulitnya akses alat berat berupa ekskavator menuju sungai, terkendalanya pengoperasian mesin&#13;
pompa air, terjadinya alih fungsi komoditas tanaman perkebunan di daerah hulu, serta kondisi&#13;
wilayah Lebak yang sangat rendah. Kesimpulan: Berdasarkan permasalahan yang dihadapi&#13;
maka diperlukan adanya upaya pemaksimalan peranan masing-masing pihak terlibat pada&#13;
setiap tahapan manajemen bencana serta inovasi terkait pemecahan masalah yang sedang&#13;
dialami. Pemerintah masih memegang peranan superior sedangkan dunia usaha dan&#13;
masyarakat masih memegang peranan secara inferior. Rekomendasi: Perlu dilakukan&#13;
penyetaraan masing-masing peran antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sehingga penanggulangan bencana banjir dapat maksimal.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
