<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193387</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260205021451</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000471</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MITIGASI BENCANA KEBAKARAN HUTAN OLEH BPBD KOTA PALANGKA RAYA PROVINSI KALIMANTAN TENGAH :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Shafa Oktawina Hanida</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Shafa Oktawina Hanida</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18276</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Marzuki</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 983 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 983 4 SHA m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Perlindungan kebakaran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Pulau Kalimantan merupakan pulau yang daerahnya memiliki kekayaan&#13;
sumber daya hutan yang besar di Indonesia dan memiliki julukan “Paru-Paru Dunia”. Namun&#13;
dibalik kelebihan sumber daya alam yang dimilikinya, masih banyak kekurangan dalam&#13;
pengelolaannya. Hutan Kalimantan yang luas dan rindang kini terancam kelestariannya,&#13;
khususnya wilayah Kalimantan Tengah tepatnya di Kota Palangka Raya. Kalimantan Tengah terus&#13;
mengalami kebakaran hutan dari tahun ke tahun. Jumlah kebakaran hutan paling tinggi tercatatpada tahun 2021, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2020. Tujuan: Untuk menjelaskan&#13;
upaya mitigasi yang dilakukan BPBD Kota Palangka Raya untuk meminimalisir risiko bencana&#13;
kebakaran hutan. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menerapkan pendekatan&#13;
analisis deskriptif, yang menggambarkan dan menjelaskan fenomena serta situasi berdasarkan data&#13;
yang tersedia. Selanjutnya, penelitian ini melanjutkan dengan interpretasi sebagai langkah untuk&#13;
menjelaskan dan menganalisis faktor-faktor khusus yang berperan dalam masalah yang diteliti&#13;
serta mencoba melakukan prediksi. Hasil: Beberapa masalah internal yang dihadapi BPBD Kota&#13;
Palangka Raya dalam mitigasi kebakaran hutan adalah sarana dan prasarana yang belum lengkap,&#13;
anggaran dari pemerintah pusat yang tidak mencukupi untuk kegiatan BPBD, dan kurangnya&#13;
sumber daya manusia. Salah satu masalah eksternal yang dihadapi adalah kekurangan infrastruktur&#13;
yang memadai, yang membuatnya sulit untuk dijangkau, dan tingkat kesadaran masyarakat yang&#13;
masih rendah tentang bahaya pembakaran hutan. Kesimpulan: BPBD Kota Palangka Raya sudah&#13;
melakukan tugasnya dengan baik. Dengan menggunakan strategi mitigasi bencana, BPBD selalu&#13;
berusaha mengembangkan tindakan atau strategi yang tepat sasaran untuk mengurangi resiko&#13;
bencana kebakaran hutan melalui upaya mitigasi di Kota Palangka Raya.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
