<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193499</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206094033</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000583</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN NITA KABUPATEN SIKKA /</subfield>
      <subfield code="c">Fidelia Inexcelsis In Richardus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Fidelia Inexcelsis In Richardus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">21 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19849</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Heru Sulistyo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 684 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 684 1 FID i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanganan Masalah Stunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang: Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018&#13;
mengeluarkan data epidemiologi yang menyatakan bahwa di Asia Tenggara 14,4&#13;
juta bayi mengalami stunting, dan pada tahun 2022 Indonesia menempati urutan ke&#13;
2 tertinggi secara global dengan angka prevalensi stunting tertinggi se-Asia.&#13;
Stunting adalah suatu kondisi dimana tinggi badan dan berat badan bayi tidak sesuai&#13;
dengan kriteria umur berdasarkan indikator yang ditetapkan dari WHO dan&#13;
menempatkan NTT menjadi provinsi dengan angka stunting tertinggi tahun 2022.&#13;
Berdasarkan data yang dilaporkan e-PPGBM, Kabupaten Sikka menjadi salah satu&#13;
daerah prioritas dalam penanggulangan stunting di NTT disebabkan tren prevalensi&#13;
stunting yang naik sebesar 1,5 % dari tahun sebelumnya dan Kecamatan Nita&#13;
menjadi Kecamatan dengan kenaikan angka stunting secara berkala selama 3 tahun&#13;
terakhir. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana&#13;
pengimplementasian kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita&#13;
Kabupaten Sikka. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian&#13;
kualitatif melalui teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan&#13;
dokumentasi. Hasil/Temuan: Melalui teori implementasi menurut George Edward&#13;
III yang terbagi menjadi 4 dimensi yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan&#13;
Struktur Birokrasi penulis melihat bagaimana implementasi Peraturan Bupati Sikka&#13;
Nomor 19 Tahun 2019 tentang penanggulangan Stunting di Daerah berjalan.&#13;
Terdapat 3 indikator dalam dimensi implementasi kebijakan yang menunjukkan&#13;
bahwa kebijakan penanggulangan stunting yang dilaksanakan di Kecamatan Nita&#13;
dikatakan berhasil yaitu dilihat dari kerja sama antar lintas sektor dan penggunaan&#13;
dana desa untuk alokasi dana stunting serta adanya aturan/ hukum yang mengikat.&#13;
Kesimpulan: Kerja sama antar lintas sektor merupakan salah satu peran penting&#13;
dalam keberhasilan kebijakan penanggulangan stunting di Kecamatan Nita&#13;
Kabupaten Sikka sehingga berdasarkan hasil dan pembahasan implementasi&#13;
kebijakan penanggulangan stunting berjalan baik, dilaksanakan sesuai dengan&#13;
prosedur walaupun partisipasi timbal balik dari masyarakat target sasaran masih&#13;
sangat minim.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
