<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193517</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206095310</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000601</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS KESIAPAN E-GOVERNMENT DALAM MEWUJUDKAN SMART GOVERNANCE DI KOTA BENGKULU /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Rezzza Mauludi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Rezzza Mauludi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 hlm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19048</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Agung Nurrahman</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.340 959 817 31</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.340 959 817 31  MUH a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Perencanaan Administrasi Negara</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang: Indeks penggunaan SPBE Kota Bengkulu yang masih&#13;
kurang, terdapat website pelayanan yang tidak dapat diakses, dan belum adanya kebijakan&#13;
terkait smart city di Kota Bengkulu merupakan permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kesiapan egovernment dalam mewujudkan smart governance di Kota Bengkulu. Metode: Metode yang digunakan ialah Quasi Qualitative. Alasan digunakan metode tersebut ialah karena hasil penelitian yang diperoleh menggunakan teori sebagai dasar pemikiran dari awal penelitian atau alat analisis di lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data yang selanjutnya dapat ditarik kesimpulan. Teknik pengambilan sampel wawancara menggunakan purposive sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan kesiapan e-government di Kota Bengkulu telah memadai untuk diterapkan, dengan enam dimensi penting yang indikatornya telah tercapai untuk mendukung penerapnnya. Meskipun e-government telah siap dan memadai, implementasi smart&#13;
governance penerapannya belum optimal, karena kurangnya partisipasi dari pihak yang&#13;
ikut berpartisipasi, infrastruktur yang belum maksimal, dan kebijakan yang belum tersedia.&#13;
Kesimpulan: E-government di Kota Bengkulu dapat dikatakan telah diterapkan dengan&#13;
baik oleh pemerintah Kota Bengkulu sehingga dapat mendukung dalam mewujudkan&#13;
implementasi smart governance di Kota Bengkulu.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
