<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193529</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206100253</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000613</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA BANJARBARU SEBELUM DAN SESUDAH MENJADI IBU KOTA PROVINSI KALIMANTAN SELATAN :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">VINA AZHARISKA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">VINA AZHARISKA</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19123</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Maisondra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 36</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 36 VIN k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kinerja keuangan pemerintah daerah adalah hal penting untuk mencapai&#13;
tujuan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Studi ini berfokus pada analisis kinerja keuangan&#13;
Pemerintah Daerah Kota Banjarbaru sebelum dan sesudah menjadi Ibu Kota Provinsi Kalimantan&#13;
Selatan dari tahun anggaran 2019 hingga 2023. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi&#13;
kinerja keuangan pemerintah daerah Kota Banjarbaru, mengidentifikasi faktor-faktor yang&#13;
menghambat kinerjanya, dan mengevaluasi upaya pemerintah untuk meningkatkan pengelolaan&#13;
keuangan. Metode: Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan&#13;
kerangka berpikir induktif. Analisis rasio keuangan berdasarkan teori Mahmudi meliputi rasio derajat&#13;
desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan daerah, rasio kemandirian keuangan daerah, dan rasio&#13;
2&#13;
efektivitas pendapatan asli daerah (PAD). Hasil/Temuan: Analisis menunjukkan bahwa rasio derajat&#13;
desentralisasi di Kota Banjarbaru dikategorikan sebagai cukup (20,01%-30,00%). Rasio&#13;
ketergantungan keuangan daerah menunjukkan tingkat ketergantungan yang sangat tinggi (lebih dari&#13;
50%), sementara rasio kemandirian keuangan daerah menunjukkan pola hubungan konsultatif (25%-&#13;
50%). Efektivitas pengelolaan pendapatan asli daerah (PAD) tergolong sangat efektif (&gt;100%).&#13;
Kesimpulan: Untuk meningkatkan kinerja keuangan, disarankan untuk mengoptimalkan penerimaan&#13;
PAD melalui intensifikasi dan ekstensifikasi sumber PAD yang sah, serta mengoptimalkan&#13;
penerimaan retribusi daerah.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
