<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193551</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206102740</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000635</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS PENDAPATAN ASLI DAERAH DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAERAH KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Mahfuz Al Hafiz</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mahfuz Al Hafiz</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust. ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18534</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Agni Grandita Permata Sari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 152 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 152 1 MAH a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Negara di daerah atau provinsi tertrentu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Otonomi daerah, yang ditetapkan melalui Peraturan&#13;
Perundang-Undangan Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, memberikan kewenangan&#13;
kepada daerah otonom untuk mengurus dan mengatur kepentingan masyarakat setempat. Namun,&#13;
ketergantungan pada dana transfer dari pemerintah pusat masih menjadi kenyataan, yang&#13;
menghasilkan ketergantungan fiskal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami kontribusi&#13;
pendapatan asli daerah Kabupaten Sarolangun dalam meningkatkan kemandirian daerah, tantangan&#13;
yang dihadapi, dan upaya yang dilakukan pemerintah daerah dalam mewujudkan otonomi daerah.&#13;
Metode: Metode penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan informasi yang akurat dan&#13;
lengkap dari informan yang dipilih melalui purposive sampling. Hasil/Temuan: Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa data yang diperoleh dari tahun 2020-2022, berdasarkan beberapa kategori rasio&#13;
yang diantaranya yaitu kemandirian tidak bisa dikatakan mandiri. Rasio keefektifan hanya&#13;
mendapatkan katergori kurang efektif. Rasio efisiensi dapat dikatan sangat efisien. Rasio&#13;
ketergantungan dibilang sangat bergantung. Rasio desentralisasi memiliki tingkat desentralisasi yang&#13;
tinggi. Efisensi pajak mendaptkan hasil yang tidak efisien. Efektivitas pajak yang tiap taunnya&#13;
mengalami peningkatan. Derajat Kontribusi BMD masih rendah. Rasio Hutang terhadap pendapatan&#13;
terjadi fluktuatif. Rasio kemampuan mengembalikan pinjaman masih dibawah angka 2,5.&#13;
Kesimpulan: Kabupaten Sarolangun menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan kemandirian&#13;
keuangan daerah, ditandai dengan rendahnya efektivitas, efisiensi, dan kontribusi PAD serta tingginya&#13;
ketergantungan pada pendapatan transfer. Meskipun ada upaya peningkatan seperti peningkatan&#13;
efektivitas pajak daerah, fluktuasi dan ketergantungan tinggi pada pendapatan transfer tetap menjadi&#13;
masalah utama. Pemerintah daerah perlu meningkatkan efektivitas dan efisiensi PAD, diversifikasi&#13;
sumber pendapatan, mendorong kontribusi yang lebih besar dari Badan Milik Daerah (BMD), dan&#13;
mengembangkan strategi untuk meningkatkan PAD secara berkelanjutan. Implementasi langkahlangkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian keuangan dan efektivitas pelaksanaan&#13;
otonomi daerah Kabupaten Sarolangun.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
