<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193560</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206103941</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000644</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MANAJEMEN PENCEGAHAN BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR PROVINSI JAMBI :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Alfandi Rafaniro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Alfandi Rafaniro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust. ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17604</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Selamat Jalaludin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 981 5</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 981 5 ALF m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kebakaran Hutan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">: Bencana kebakaran hutan dan lahan di&#13;
Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terus terjadi disetiap tahunnya, disebabkan&#13;
karena tingkat kekeringan yang tinggi pada musim kemarau dan wilayah Kabupaten&#13;
Tanjung Jabung Timur di dominasi oleh lahan gambut yang mudah terbakar. Yang&#13;
menyebabkan dampak negatif yang cukup besar terhadap kerugian materil maupun&#13;
non materil, berupa gangguan aktivitas dan kesehatan masyarakat. Tujuan: Tujuan&#13;
penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan manajemen yang&#13;
dilakukan BPBD dalam pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan di&#13;
Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi serta faktor penghambat dan cara&#13;
mengatasinya dalam pelaksanaan manajemen pencegahan bencana tersebut.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan&#13;
deskriptif dan analisis data induktif. Selain itu, sumber data peneliti adalah orang,&#13;
tempat dan dokumen dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu&#13;
wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah teori&#13;
manajemen menurut George R. Terry. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini&#13;
bahwa beberapa indikator dari pelaksanaan manajemen pencegahan bencana&#13;
kebakaaran hutan dan lahan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah terlaksana.&#13;
Namun, terdapat beberapa kekurangan seperti kurangnya alokasi anggaran bagian&#13;
pencegahan, keterbatasan sarana pendukung proses pencegahan, serta pengetahuan&#13;
dan kesadaraan masyarakat yang minim terhadap pentingnya pencegahan bencana&#13;
dan pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang cenderung lebih&#13;
mengutamakan kesiapsiagaan pada tanggap darurat bencana dari pada penguatan&#13;
pada proses pencegahan terhadap bencana sebelum terjadi. Kesimpulan:&#13;
Manajemen pencegahan bencana yang dilakukan sudah berjalan dengan cukup&#13;
baik. BPBD telah melakukan berbagai upaya seperti sosialisasi dan penyuluhan&#13;
kepada masyarakat tetapi belum maksimal diterapkan oleh masyarakat sehingga&#13;
tidak munculnya kemandirian masyarakat dalam menangani bencana kebkaran&#13;
hutan dan lahan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
