<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193563</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206104334</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000647</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TRANS METRO BANDUNG DI KOTA BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Sandrina Fuji Indah Lestari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sandrina Fuji Indah Lestari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18653</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muchlis Hamdi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">388.409 598 243 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">388.409 598 243 2 SAN i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Transportasi Publik (Busway)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kemacetan merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di&#13;
perkotaan, salah satunya adalah Kota Bandung. Untuk mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kota&#13;
Bandung telah menetapkan kebijakan tentang Trans Metro Bandung dengan tujuan untuk meningkatkan&#13;
pelayanan dan penyediaan angkutan umum yang terpadu, aman, cepat, lancar, tertib, teratur, nyaman,&#13;
handal dan efisien. Namun kenyataannya, kebijakan tersebut belum dapat mencapai tujuan yang&#13;
ditetapkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor&#13;
penghambat dan pendukung implementasi kebijakan serta upaya untuk mengoptimalkan implementasi&#13;
kebijakan Trans Metro Bandung di Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan&#13;
kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan&#13;
dokumentasi. Dalam penelitian ini, Peneliti menggunakan teori implementasi kebijakan menurut Knill&#13;
&amp; Tosun (2020). Teknik penentuan informan yang digunakan yaitu purposive sampling dan snowball&#13;
sampling. Analisis data yang digunakan adalah kondensasi data, penyajian data, dan penarikan&#13;
kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor yang menghambat&#13;
implementasi kebijakan Trans Metro Bandung, yakni kesulitan pelaksanaan instrumen kebijakan,&#13;
ketidakjelasan desain kebijakan terkait sumber daya dan perubahan target, ketidakcukupan sumber daya&#13;
yang dibutuhkan, ketidakmampuan pelaksanaan SOP, dan rendahnya tingkat kemanfaatan yang&#13;
dirasakan masyarakat. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya faktor pendukung implementasi&#13;
kebijakan Trans Metro Bandung yaitu tepatnya instrumen kebijakan, adanya struktur pengawasan,&#13;
tepatnya desain kelembagaan, kecukupan sumber daya yang dibutuhkan, dan adanya keterlibatan&#13;
masyarakat. Terdapat upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan Implementasi Kebijakan Trans&#13;
Metro Bandung di Kota Bandung adalah dengan adanya pengintegrasian transportasi massal yang&#13;
menghubungkan Bandung Raya, peningkatan kualitas layanan Trans Metro Bandung, dan rekrutmen&#13;
SDM pengelola informasi dan promosi layanan Trans Metro Bandung. Kesimpulan: Implementasi&#13;
kebijakan Trans Metro Bandung masih terhambat oleh beberapa faktor, namun terdapat juga faktor&#13;
pendukung yang dapat membantu mencapai tujuan kebijakan. Upaya optimalisasi yang dilakukan&#13;
diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kebijakan Trans Metro Bandung dalam mengatasi&#13;
kemacetan di Kota Bandung.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
