<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193588</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206114155</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000672</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGEMBANGAN WISATA DALAM MENGURANGI TINGKAT PENGANGGURAN DI DESA ARJASA KECAMATAN ARJASA KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">El Haris Dian Putra Nugraha</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">El Haris Dian Putra Nugraha</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17588</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Samsul Arifin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.594 598 288 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.594 598 288 1 EL  p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">permasalahan pengangguran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP): Desa Arjasa memiliki beragam peninggalan cagar budaya&#13;
dan kesenian turun menurun dari nenek moyang. Dengan adanya potensi tersebut&#13;
harusnya dapat mengurangi adanya tingkat pengangguran melalui pengembangan&#13;
wisata. Namun, pada kenyataannya partisipasi dan keterampilan masyarakat dalam&#13;
mengembangkan wisata masih kurang, promosi wisata yang masih belum optimal,&#13;
akses transportasi pada obyek wisata masih kurang, dan kondisi jalan yang belum memadai. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan&#13;
wisata dalam mengurangi tingkat pengangguran dan faktor penghambat serta upaya&#13;
mengatasinya di Desa Arjasa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode&#13;
deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis adalah teori&#13;
pengembangan wisata menurut Inskeep yang terdiri dari enam dimensi.&#13;
Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara semi terstruktur,&#13;
observasi partisipatif moderat, dan dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis berupa&#13;
reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Pengembangan&#13;
wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan baik meskipun masih terdapat satu&#13;
indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk dioptimalkan kembali dan secara&#13;
garis lurus dapat mengurangi tingkat pengangguran. Hal ini karena dengan baiknya&#13;
pengembangan wisata, maka kunjungan wisatawan dapat meningkat dan&#13;
masyarakat dapat memiliki pekerjaan dengan berturut serta dalan mengembangkan&#13;
wisata. Kesimpulan: Pengembangan wisata di Desa Arjasa sudah berjalan dengan&#13;
baik, namun masih terdapat satu indikator yaitu kelayakan akses yang perlu untuk&#13;
dioptimalkan kembali. Pengembangan wisata sudah berjalan baik secara garis lurus&#13;
dapat mengurangi tingkat pengangguran di Desa Arjasa karena dengan&#13;
meningkatnya kunjungan wisatatawan, maka masyarakat lokal khususnya yang&#13;
masih sekolah dan yang penangguran dapat memiliki pekerjaan. Faktor yang&#13;
menjadi penghambat adalah belum adanya peraturan daerah tentang pariwisata,&#13;
keterbatasan anggaran, dan masih rendahnya sumber daya manusia. Upaya untuk&#13;
mengatasi faktor penghambat adalah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga&#13;
dan melakukan pelatihan-pelatihan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
