<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193591</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260206120208</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000675</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGEMBANGAN PARIWISATA PULAU PENYENGAT GUNA MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT OLEH DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DI KOTA TANJUNGPINANG KEPULAUAN RIAU :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Vera Christin Mangunsong</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Vera Christin Mangunsong</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19409</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">910.598 143 7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">910.598 143 7 VER p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">pariwisata kepariwisataan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pengembangan Pulau Penyengat oleh&#13;
Dinas Kebudayaan dan Parisiwata Kota Tanjungpinang belum maksimal&#13;
dikarenakan infrastruktur fasilitas yang belum lengkap juga menjadi penyebab&#13;
belum berhasilnya pengembangan Pulau Penyengat sebagai obyek wisata unggulan&#13;
di Kota Tanjungpinang, seperti sangat minimnya fasilitas seperti Toilet dan yang&#13;
lainnya serta kuranganya kesadaran masyarakat terhadap objek wisata Pulau&#13;
Penyengat. Tujuan: Penelitian diadakan guna mengetahui dan menganalisis&#13;
Pengembangan Pariwisata Pulau Penyengat oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau. Metode: Penelitian ini&#13;
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik Wawancara Semistruktur,&#13;
Observasi partisipatif &amp; pendekatan teorisasi deduktif, dan dokumentasi untuk&#13;
memperoleh gambaran serta uraian proses fenomena sosial maupun interaksi yang&#13;
terbentuk dalam lingkup penelitian. Hasil/Temuan: Hasil Penelitian diperoleh&#13;
bahwa Pulau Penyengat memiliki kondisi internal yang tinggi dalam&#13;
pengembangan pariwisata berbasis budaya, namun belum mencapai tujuan yang&#13;
optimal dan ada faktor yang menjadi penghambat dalam pengembangan pariwisata&#13;
ini serta Penelitian ini merumuskan beberapa upaya yang dapat dilakukan oleh&#13;
Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam pengembangan destinasi wisata Pulau&#13;
Penyengat. Kesimpulan: Pengembangan Objek wisata Pulau Penyengat perlu&#13;
dukangan dan masih perlu perhatain oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota&#13;
Tanjungpinang serta masyarakat lokat di sekitaran objek wisata Pulau Penyengat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
