<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193656</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260209083334</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000740</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS DALAM PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Abdul Fatah Satyapraja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Abdul Fatah Satyapraja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19341</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Alma</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.47</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">338.47 ABD a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Wisata Bahari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP): Sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang mampu&#13;
membangkitkan perekonomian suatu daerah. Potensi wisata setiap daerah berbeda-beda&#13;
tergantung dengan letak geografis dan kondisi suatu daerah. Pengembangan dan pengelolaan&#13;
yang tepat dapat menjadi faktor pendukung berkembangnya suatu daerah. Provinsi memiliki&#13;
sektor pariwisata bahari yaitu Teluk Hol Sulamadaha. Pengelolaan Teluk Hol Sulamadaha&#13;
masih belum optimal hal ini dapat dilihat menurunnya angka kunjungan wisatawan karena&#13;
pembangunan yang tidak terprioritaskan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah&#13;
mendiskripsikan Lingkungan Strategis dalam Pengembangan Wisata Bahari di Kota Ternate&#13;
dan Isu Strategis yang menjadi prioritas dalam Pengembangan Wisata Bahari di Kota Ternate.&#13;
Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategis oleh Wheelen and Hunger yang&#13;
khususnya pada analisis lingkungan strategis. Metode: Metode penelitian yang dipakai adalah&#13;
pendekatan kualitatif deskriptif dengan cara berpikir secara deduktif dan paradigma yang&#13;
digunakan adalah adalah Post-Positivisme. Pengumpulan data dan infromasi dalam penelitian&#13;
ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data-data yang&#13;
sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan&#13;
penarikan kesimpulan. Hasil analisis kemudian dilanjutkan dengan penghitungan prioritas&#13;
pengembangan destinasi wisata dengan menggunakan Teknik Analytical Hierachy Model&#13;
(AHP). Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil penelitian yang&#13;
didapatkan adalah ditemukannya beberapa isu strategis, yaitu kurang optimalnya&#13;
POKDARWIS, pengetahuan masyarakat yang masih minim, belum memadai akses/sarana dan&#13;
prasarana dan keterlibatan masyarakat yang masih minim. Kesimpulan: Prioritas pertama dari&#13;
ke-4 (empat) isu srategis di atas adalah keterlibatan masyarakat yang masih minim, disusul&#13;
oleh belum memadai akses/sarana dan prasarana, belum optimalnya POKDARWIS, dan&#13;
pengetahuan masyarakat yang masih minim.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
