<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193682</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260209091316</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000766</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KOORDINASI PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGURANGI ANGKA KEMISKINAN DI KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">GALUR GUMELAR TITO</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">GALUR GUMELAR TITO</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18933</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dwi Agus Sumarno</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.535 982 455</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.535 982 455 GAL k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kemiskinan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan : Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan sandang, pangan, papan&#13;
dan pendapatan, namun juga berkaitan dengan rendahnya tingkat kesehatan dan&#13;
pendidikan serta masyarakat miskin yang tidak berdaya untuk ikut serta dalam&#13;
Pembangunan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Majalengka&#13;
termasuk bagian dari lima besar kabupaten yang memiliki angka kemiskinan yang&#13;
cukup tinggi di Jawa Barat, Masalah kemiskinan di Kabupaten Majalengka&#13;
diakibatkan oleh beberapa hal, diantaranya penduduk yang masih dibawah garis&#13;
kemiskinan dan pada umumnya tidak memiliki faktor produksi sendiri, seperti lahan&#13;
produksi atau tempat tinggal, modal dan keterampilan. Selain itu, penduduk pada&#13;
umumnya tidak mempunyai kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan&#13;
usaha sendiri. Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk megetahui dan menganalisa&#13;
kordinasi pemerintah daerah dalam mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten&#13;
Majalengka. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif,&#13;
(Arikunto, 2006) mengatakan bahwa Penelitian deskriptif adalah penelitian yang&#13;
digunakankan untuk mencari tau tentang keadaan, kondisi atau hal-hal lain yang&#13;
sudah dijelaskan, dan hasilnya dipaparkan dalam bentuk laporan penelitian, dalam&#13;
pengumpulan data peniliti menggunakan Teknik wawancara, observasi, dan&#13;
dokumentasi. Teori yang digunakan dalam skripsi ini yaitu teori Koordinasi&#13;
(Ndraha,2015:297) yang menjelaskan faktor-faktor terjadinya koordinasi adapun&#13;
dimensi yang terdapat 6 yaitu, Komunikasi, Kesadaran Pentingnya Kordinasi,&#13;
Kesepakatan dan Komitmen, Insentif Koordinasi, Kompetensi, dan Feedback. Hasil&#13;
: Kordinasi yang dilakukan pemerintah daerah Kabupaten Majalengka belum&#13;
terlaksana dengan baik , peran Dinas Sosial dalam kordinasi dengan masyarakat&#13;
belum berjalan dengan baik masih banyak terjadinya penyimpangan antara masingmasing pihak. Kesimpulan : Kemiskinan di Kabupaten Majalengka merupakan&#13;
masalah yang amat perlu diatasi dengan serius oleh pemerintah daerah, kurangnya&#13;
kesadaran dari masyarakat dan pemerintah daerah menyebabkan terhambatnya&#13;
pemberian bantuan tunai maupun non tunai, upaya yang dilakukan yaitu Dinas&#13;
Sosial membentuk tim pengawas Pemerintahan Desa untuk mengawasi jalannya&#13;
penyelanggaraan pemerintahan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
