<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193782</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260209083403</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000866</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN KABUPATEN LAYAK ANAK DI KABUPATEN TABALONG, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Rifqi Ramadhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Rifqi Ramadhani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18286</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hadi Prabowo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.709 598 364 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.709 598 364 1 MUH c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Layanan untuk Anak</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Upaya perlindungan anak di Indonesia masih&#13;
tergolong rendah sebab kasus kekerasan terhadap anak masih sering kita jumpai baik berupa&#13;
fisik, seksual, psikis, eksploitasi, penelantaran, serta trafficking. Program Kabupaten/Kota&#13;
Layak Anak merupakan suatu program nasional yang dibuat untuk dapat mengatasi&#13;
permasalahan menyangkut hak anak terkhusus pada aspek perlindungan khusus, hak sipil, dan&#13;
lingkungan keluarga yang terjadi di Kabupaten Tabalong. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini&#13;
adalah untuk mengetahui bagaimana model collaborative governance dapat mendorong&#13;
kebijakan KLA di Kabupaten Tabalong dan juga bagaimana faktor penghambat, pendorong dan&#13;
upaya dalam merespon faktor tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif&#13;
dengan pendekatan deskriptif terhadap collaborative governance menurut teori Emerson,&#13;
Nabatci, dan Balogh (2011). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara,&#13;
dokumentasi, dan observasi. Hasil/ Temuan: Hasil yang diperoleh penulis dalam penelitian ini&#13;
menunjukkan bahwa penerapan konsep collaborative governance melalui Tim Gugus Tugas&#13;
KLA Kabupaten Tabalong yang telah dimulai dari tahun 2017 sudah berjalan cukup baik,&#13;
permasalahan pada aspek perlindungan khusus diselesaikan dengan pelayanan ramah anak,&#13;
masalah aspek hak sipil diselesaikan dengan pelayanan administrasi, dan masalah pada aspek&#13;
lingkungan keluarga diselesaikan dengan pendampingan puspaga. Kesimpulan: Penelitian ini&#13;
menunjukkan bahwa pelaksanaan Kebijakan Kabupaten Layak Anak melalui pendekatan&#13;
collaborative governance oleh tim gugus tugas KLA sudah berjalan cukup baik meskipun&#13;
masih ada beberapa faktor penghambat seperti masalah data, keterlibatan pihak non pemerintah&#13;
masih minim, serta fasilitas anak yang masih kurang.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
