<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193788</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210083938</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000872</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MANAJEMEN TANGGAP DARURAT DALAM KEBAKARAN PEMUKIMAN PADAT PENDUDUK DI KOTA TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Nasrul</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Nasrul</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust. ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17999</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kusworo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 983 9</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.375 983 9 MUH m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Tanggap Darurat Kebakaran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Kota Tarakan merupakan satu-satunya kota yang&#13;
berada di Kalimantan Utara dan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi sehingga muncul&#13;
2&#13;
pemukiman penduduk yang sebenarnya sudah tidak layak huni. Hal ini memicu timbulnya&#13;
bencana kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian harta dan korban jiwa. Untuk&#13;
menangani bencana kebakaran yang ada di Kota Tarakan dibentuklah Satuan Pemadam&#13;
Kebakaran dan Penyelamatan sebagai garda terdepan pencegahan dan penanggulangan&#13;
kebakaran serta yang memberikan pertolongan pertama dalam tanggap darurat bencana&#13;
kebakaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen tanggap&#13;
darurat dalam kebakaran pemukiman padat penduduk di Kota Tarakan serta untuk&#13;
mendeskripsikan faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi faktor&#13;
penghambat dalam manajemen tanggap darurat kebakaran tersebut. Metode: Metode yang&#13;
digunakan berupa deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data di&#13;
lapangan menggunakan teknik wawancara dan studi dokumen. Hasil: Hasil penelitian ini dapat&#13;
dilihat dari proses pengkajian terhadap lokasi,kerusakan, dan sumberdaya, penentuan status&#13;
keadaan darurat, dan proses penyelamatan dan evakuasi masyarakat berjalan cukup optimal&#13;
namun masi terdapat beberapa faktor penghambat pelaksanaan manajemen tanggap darurat ini&#13;
berasal dari faktor internal dan juga eksternal. Upaya yang dilakukan Satuan Pemadam&#13;
Kebakaran Dan Penyelamatan dalam menanggulangi kebakaran pemukiman padat penduduk&#13;
di Kota Tarakan yakni dengan meningkatkan kualitas mutu SDM melalui pelatihan berkala&#13;
kepada para personil pemadam kebakaran, melakukan pengadaan sarana dan prasarana&#13;
penunjang, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak lain yang turut serta berkontribusi&#13;
dalam penanggulangan kebakaran di Kota Tarakan. Kesimpulan: Manajemen tanggap darurat&#13;
dalam kebakaran pemukiman padat penduduk yang dilakukan oleh Satuan Pemadam&#13;
Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan seperti yang dijelaskan dalam 3 dimensi masih&#13;
belum optimal dalam pelaksanaannya. Hal ini disebabkan oleh berbagai hambatan yang&#13;
dihadapi ketika tim Satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan ketika&#13;
melakukan manajemen tanggap darurat diantaranya, minimnya sumber daya manusia yang&#13;
dimiliki oleh Satuan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan juga fasilitas&#13;
sarana prasarana infrastruktur yang masih kurang memadai.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
