<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193862</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210100851</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000946</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENANGGULANGAN BENCANA KEKERINGAN DI KABUPATEN SUMBA BARAT PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Galla, Loeta Eben Haezer</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Galla, Loeta Eben Haezer</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">15 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust. ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18718</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ida Yunari Ristiani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 986 811</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 986 811 GAL p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">penanganan bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bencana kekeringan adalah bencana yang&#13;
berlangsung perlahan-lahan atau bencana bersifat Slow On Set yang&#13;
mengakibatkan kekurangan air untuk kebutuhan domestik, pertanian, peternakan,&#13;
perkebunan, dan sebagainya. Dampak bencana kekeringan kepada masyarakat&#13;
terbagi menjadi dua, fisik dan nonfisik. Secara fisik: Kerusakan habitat binatang;&#13;
Erosi; Tanaman mati; Kualitas air Menurun; Polusi udaral; Tanah gersang&#13;
ditanami; dan Mengakibatkan pelapukan. Sedangkan non fisik mempengaruhi:&#13;
Ekonomi; Sosial Budaya; dan Politik Negara. Kabupaten Sumba Barat terdapat&#13;
korban terdampak kekeringan sebanyak dimana hampir 92% penduduk Sumba&#13;
Barat terdampak kekeringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk&#13;
menganalisis, mendeskripsikan, dan mengidentifikasi bagaimana program dalam&#13;
penanggulangan bencana di kabupaten Sumba Barat, lalu mengetahui,&#13;
mendeskripsikan, dan menganalisis menemukan kendala dan mengetahui,&#13;
mendeskripsikan, dan menganalisis apa upaya yang dilakukan dalam&#13;
penanggulangan bencana kekeringan di kabupaten Sumba Barat. Metode:&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Adapun metode&#13;
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang&#13;
telah terkumpul diolah dalam tiga tahap, yakni reduksi data, penyajian data, dan&#13;
penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah teori Manajemen Bencana&#13;
milik Nick Carter. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan&#13;
penanggulangan bencana kekeringan di Kab. Sumba Barat dilakukan dengan&#13;
antara lain; bantuan distribusi air sebanyak 133 tangki, sosialisasi bencana&#13;
kekeringan dan pembuatan dokumen kebencanaan oleh BPBD; bantuan bencana&#13;
oleh Dinas Sosial; dan pembangunanan SPAM dan Daerah Irigasi oleh Dinas&#13;
PUPR. Kendala yang ditemukan ada tiga yaitu; Kebijakan yang berstatus siaga,&#13;
Anggaran, dan Pendataan korban. Upaya yang dilakukan mengkaji kembali status&#13;
bencana kekeringan, melakukan pengoptimalan anggaran yang ada, dan&#13;
meningkatkan proses pendataan korban. Kesimpulan: Penanggulangan bencana&#13;
kekeringan di Kabupaten Sumba Barat dapat dikataka masih kurang baik hal ini&#13;
diperkuat berdasarkan data risiko terdampak kekeringan di Kab. Sumba Barat&#13;
hampir mencapai 100% daerah terdampak.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
