<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193889</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210104611</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000973</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MANAJEMEN MITIGASI BENCANA KEKERINGAN OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DI KABUPATEN SIKKA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Rey, Maria Yuniarti Lavenia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rey, Maria Yuniarti Lavenia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">9 :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17168</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ida Yunari Ristiani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 659 868</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.349 659 868  RE m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">kekeringan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Bencana kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sikka&#13;
disebabkan oleh kondisi geografis sehingga berpengaruh pada keadaan alam berupa musim&#13;
kemarau yang panjan. Keadaan tersebut menyebabkan persedian air bersih semakin berkurang&#13;
karena curah hujan yang minim. Walaupun keadaan ini berlangsung setiap tahun masyarakat masih&#13;
mengalami kekurangan air bersih sehingga penyelenggaraan penanggulangan bencana kekeringan&#13;
masih belum efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis&#13;
manajemen mitigasi bencana kekeringan, hambatan eksternal dan hambatan internal yang muncul,&#13;
dan upaya mengatasi hambatan. Metodologi: Metode penelitian adalah deskripsitf kualitatif&#13;
dengan pendekatan induktif, dan sumber data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui&#13;
wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data,&#13;
dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen&#13;
mitigasi bencana kekeringan melalui sosialisasi bencana dan pembagian air bersih dianalisis&#13;
menggunakan teori manajemen menurut G. R. Terry. Manajemen terdiri dari perencannan kegiatan&#13;
yang mencakup pembiayaan, sarana prasarana yang digunakan, dan waktu pelaksanaan,&#13;
pengorganisasian sosialisasi oleh bidang pencegahan dan kesiapsiagaan sedangkan pembagian air&#13;
bersih oleh bidang kedaruratan dan logistik, penggerakan kegiatan sosialisasi dengan prioritas&#13;
kepada masyarakat yang tinggal di daerah berpotensi tinggi kekeringan, sedangkan pembagian air&#13;
bersih diprioritaskan bagi masyarakat dengan indeks kejadian paling banyak pada tahun-tahun&#13;
sebelumnya, dan pengawasan dilaksanakan secara pasif tanpa melibatkan masyarakat sebagai&#13;
user. Faktor penghambat terdiri dari hambatan internal yaitu kurangnya sumber daya dari dalam&#13;
BPBD Kabupaten Sikka sedangkan hambatan eksternal berasal dari kondisi pada masyarakat&#13;
tempat kegiatan mitigasi dilaksanakan. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukan bahwa dalam&#13;
manajemen mitigasi yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan&#13;
pengawasan sudah cukup baik namun terkendala pada tahap pengawasan tidak dilaksanakan&#13;
dengan optimal sehingga manajemen mitigasi bencana kekeringan belum efektif. Sedangkan&#13;
dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut BPBD berupaya membuat rencana alternatif&#13;
dengan cara kolaborasi bersama masyarakat dan OPD lain dalam lingkup pemerintahan Kabupaten&#13;
Sikka</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
