<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193897</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210105338</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000981</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KEWIRAUSAHAAN SOSIAL (PROKUS) DI KABUPATEN BANDUNG PROVINSI JAWA BARAT :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Faisal Fajar Putranto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Faisal Fajar Putranto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15808</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.159 824 31</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.159 824 31 FAI m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemberdayaan Masyarakat</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Memajukan kewirausahaan di Indonesia&#13;
memerlukan dukungan dan peran serta dari semua pihak. Makin banyak masyarakat&#13;
yang berwirausaha dan mampu mengembangkan usahanya maka akan berdampak&#13;
signifikan terhadap kemajuan perekonomian Indonesia.Program Kewirausahaan&#13;
(ProKus) adalah program yang dibuat oleh Kementerian Sosial, dan dilaksanakan&#13;
oleh Dinas Sosial dan lembaga-lembaga permodalan lainnya, dengan Tujuan dari&#13;
adanya pemberdayaan masyarakat melalui Program Kewirausahaan Sosial&#13;
(ProKus) adalah untuk mencetak calon kewirausahaan sosial KPM yang telah&#13;
menerima manfaat dari Program Perlindungan dan Jaminan Sosial serta Program&#13;
Rehabilitasi Sosial menjadi wirausaha yang berjiwa bisnis dan sosial, tangguh,&#13;
mandiri, perduli dengan lingkungan social dan tidak bergantung kepada Bantuan&#13;
Sosial yang diterima selama ini. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&#13;
proses pemberdayaan masyarakat melalui Program Kewirausahaan Sosial&#13;
(ProKus) di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Desain penelitian yang&#13;
digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif.Teknik&#13;
pengumpulan data yang digunakan adalah dengan wawancara, observasi, dan&#13;
dokumentasi, serta menggunakan Teknik purposive sampling dengan informan&#13;
berjumlah 11 orang yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran secara utuh atas&#13;
Pemberdayaan masyarakat melalui Progam Kewirausahaan Sosial (ProKus) di&#13;
Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil&#13;
penelitian yang dilakukan oleh penulis selama kegiatan penelitian berlangsung&#13;
dapat disimpulkan bahwa kemampuan mengelola keuangan pada usaha di Jawa&#13;
Barat masih bisa dibilang cukup rendah atau Kurang, sehingga pemberdayaan&#13;
masyarakat melalui program kewirausahaan (ProKus) di Kabupaten Bandung&#13;
Provinsi Jawa Barat merupakan solusi yang cukup efektif, Program Kewirausahaan&#13;
Sosial (ProKus) ini sudah berjalan sesuai rencana meskipun hal tersebut dalam&#13;
pelaksanaannya dinilai masih belum maksimal karena adanya beberapa faktor&#13;
penghambat seperti singkatnya waktu pelaksanaan program. Kesimpulan: Kementerian Sosial sebagai leading sector program penanggulangan kemiskinan,&#13;
berupaya melaksanakan pengurangan kemiskinan. Upaya tersebut diantaranya&#13;
melalui menambah jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi&#13;
10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan mengadakan Program&#13;
Kewirausahaan (ProKus). Upaya merespon permasalahan dan kebutuhan kelompok&#13;
sasaran, ada 2 Metode yang digunakan dalam proses pemberdayaan ProKus yaitu&#13;
3&#13;
Metode Pendampingan Sosial dan Metode Inkubasi Bisnis. Sedangkan Model yang&#13;
diterapkan meliputi, yaitu Model Integratif, dan Model Adaptif.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
