<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193906</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210110706</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226000990</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PENGELOLAAN LAYANAN ADUAN PUBLIK MELALUI APLIKASI REAKSI ATASBERITAWARGA (RABEG) DIKOTA SERANG PROVINSIBANTEN /</subfield>
      <subfield code="c">Ekky Algifary Taufik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ekky Algifary Taufik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 hlm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19185</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rotzami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">351.095 982 332</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">351.095 982 332  EKK p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi Publik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP): Aplikasi ini diresmikan pada tahun 2018 dan pada awalnya mendapatkan&#13;
respons positif dengan 210 aduan. Namun, pada tahun 2019, jumlah aduan mengalami penurunan&#13;
drastis menjadi hanya 21, dan partisipasi masyarakat terus menurun di tahun-tahun berikutnya. Masih terdapat masalah keterlambatan dalam penanganan aduan yang dilaporkan oleh masyarakat melalui aplikasi RABEG, yang disebabkan oleh ketergantungan pada admin pusat untuk memproses aduan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui lebih lanjut terkait pengelolaan layanan aduan publik melalui aplikasi RABEG di Kota Serang. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan menggunakan teori A Parsu Parasuraman. Hasil/Temuan: Meskipun mengalami beberapa masalah teknis selama pengembangan, RABEG telah berfungsi efektif sebagai alat pengaduan pembangunan masyarakat. Kesimpulan: Diperlukan sosialisasi khususnya di Kota Serang untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaannya. Dengan demikian, RABEG memudahkan masyarakat dalam menyampaikan aduan karena dapat diakses oleh siapa pun.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
