<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193918</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210112415</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001002</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">UPAYA PENGURANGAN ANGKA PUTUS SEKOLAH BAGI PENYANDANG DISABILITAS OLEH WALINAGARI DI KENAGARIAN TABEK PANJANG KECAMATAN BASO KABUPATEN AGAM PROVINSI SUMATERA BARAT :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Windi Puan Maharani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Windi Puan Maharani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15360</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhadam Labolo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">371.915 981 382</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">371.915 981 382 WIN u</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pendidikan Khusus untuk Disabilitas</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Angka Permasalahan putus sekolah bagi anak&#13;
disabilitas kerap terlihat di Kenagarian Tabek Panjang Kecamatan Baso Kabupaten Agam.&#13;
Berbagai faktor yang menjadi penyebab anak disabilitas putus sekolah menjadi tugas tersendiri&#13;
bagi pemerintah, pihak sekolah dan keluarga/masyarakat untuk menanggulangi hal tersebut.&#13;
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kegiatan dan langkah-langkah yang&#13;
diupayakan oleh Walinagari untuk mengurangi jumlah anak berkebutuhan khusus yang putus&#13;
sekolah serta memberi penjelasan mngenai hambatan dan dukungan yang mendorong dan&#13;
menghambat terlaksananya kegiatan yang diupayakan oleh Walinagari. Metode: Dengan&#13;
menggunakan metode kualitatif deksriptif dengan strategi penelitian Studi Kasus atau sering&#13;
disebut dengan CSR (Case Study Research). Dan teori yang digunakan merupakan teori dari&#13;
Suyanto dan Dian Savitri yakninya dengan melakukan intervensi dini berupa penanganan anak&#13;
yang bermasalah sedari dini, memanfaatkan dukungan dari masyarakat dan pemerintah&#13;
setempat. Hasil/Temuan: pemerintah kenagarian telah berupaya mengurangi angka putus&#13;
sekolah dengan cara pengenalan terhadap masyarakat melalui komunikasi sosialisasi berupa&#13;
pentas seni, memberikan bantuan seperti sekolah paket dan bantuan berupa dana dari kas&#13;
Nagari, dan yang menjadi hambatan adalah kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya&#13;
pendidikan inklusif serta lingkungan keluarga dan masyarakat yang belum terbuka terhadap perbedaan yang ada. Kesimpulan: Penyebab anak penyandang disabilitas tidak mendapatkan&#13;
pendidikan inklusif dikarenakan oleh pola asuh orangtua yang tidak efektif karena minimnya&#13;
pengetahuan mengenai pola asuh anak apalagi anak dengan keterbatasan khusus atau&#13;
disabilitas, begitu juga dengan masyarakat yang tidak terbuka atas perbedaan yang ada, dan hal&#13;
lain terjadi karena faktor ekonomi yang kurang memadai mengingat pendidikan inklusif yang&#13;
ada di Kenagarian Tabek Panjang merupakan sekolah swasta yang memerlukan biaya dalam&#13;
sistem pengajarannya.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
