<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193927</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210113235</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001011</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI KOLABORATIF PERCEPATAN PENURUNAN ANGKA STUNTING DI KABUPATEN PASANGKAYU PROVINSI SULAWESI BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Arya Nugraha</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Arya Nugraha</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23764</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Helwani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 485 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 485 1 ARY s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanganan Masalah Stunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Stunting adalah kondisi gagal&#13;
tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang berdampak pada&#13;
pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas. Di Indonesia, stunting masih menjadi&#13;
masalah serius, terutama di Sulawesi Barat. Di Pasangkayu, angka stunting meningkat meski&#13;
intervensi dilakukan. Kurangnya koordinasi dan partisipasi masyarakat menghambat&#13;
penanganan, sehingga diperlukan kolaborasi lintas sektor. Tujuan: Penelitian ini bertujuan&#13;
2&#13;
untuk mengetahui bagaimana strategi kolaboratif yang dijalankan oleh Tim Percepatan&#13;
Penurunan Stunting Kabupaten Pasangkayu dalam penanganan dan pencegahan stunting di&#13;
Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif untuk memahami secara mendalam&#13;
fenomena di lapangan. Paradigma yang digunakan membantu peneliti menentukan fokus,&#13;
metode, dan analisis yang relevan. Penelitian ini menganalisis strategi kolaboratif TPPS&#13;
Kabupaten Pasangkayu dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan teori Ansell&#13;
dan Gash. Proses kolaborasi meliputi dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan,&#13;
komitmen, pemahaman bersama dan hasil sementara. Hasil/Temuan: Meski angka stunting&#13;
sempat naik, Pasangkayu tetap mencatat prevalensi terendah di Sulawesi Barat. Tantangan&#13;
meliputi koordinasi lintas sektor, anggaran, dan partisipasi masyarakat serta beberapa peluang&#13;
dalam penanganan stunting. Strategi kolaboratif dalam penanganan stunting di Kabupaten&#13;
Pasangkayu telah menunjukkan hasil baik meskipun belum dapat dikatakan optimal karena&#13;
masih menghadapi beberapa tantangan seperti keterbatasan anggaran dan ketidakhadiran&#13;
beberapa stakeholder. Kesimpulan: Optimalisasi anggaran serta inovasi Desa dan posyandu&#13;
diharapkan dapat memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengatasi masalah stunting.&#13;
Dengan pengembangan inovasi dan perbaikan aspek yang belum optimal, Kabupaten&#13;
Pasangkayu berpeluang mencapai penurunan angka stunting yang lebih signifikan di masa&#13;
depan kesadaran beberapa pemuda yang masih rendah.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
