<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193964</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210023737</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001048</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGANAN BENCANA KELAPARAN OLEH DINAS SOSIAL DALAM MEMENUHI KETAHANAN PANGAN DI KECAMATAN KUYAWAGE KABUPATEN LANNY JAYA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN /</subfield>
      <subfield code="c">Kogoya, Ruth Novalia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kogoya, Ruth Novalia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19595</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Aleknaek Martua</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 815 4</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.809 598 815 4 KOG i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Masalah Kelaparan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Latar Belakang (GAP): Dengan munculnya peristiwa embun beku tersebut hal ini yang&#13;
menyebabkan kekeringan, maka di daerah tersebut pun mengalami kerusakan pada tanaman bahkan&#13;
kegagalan panen dari kebun mereka sendiri. Hal ini telah menyebabkan kelaparan yang melanda&#13;
mereka pada masa kekeringan sehingga ada yang kritis bahkan pula ada yang meninggal. Kelaparan&#13;
di Kecamatan Kuyuwage, Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua pegunungan, menyebabkan&#13;
setidaknya 4 (empat) orang meninggal dunia dan ratusan lainnya terdampak secara langsung pada&#13;
Agustus 2022. Faktor cuaca yang dianggap sebagai pemicu bencana ini, merupakan peristiwa yang&#13;
berulang melanda di Kecamatan Kuyawage, Kabupaten Lanny Jaya ini menjadi penanda adanya&#13;
masalah serius dalam sistem pangan di kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan&#13;
factor pendukung, penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk mengoptimalkan implementasi&#13;
kebijakan penanganan kelaparan oleh Dinas Sosial di kecamatan Kuyawage Kabupaten Lanny Jaya.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan induktif dengan teknik&#13;
pengumpulan data yang menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan: Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penghambat pembentukan BUMKam, menganalisis upaya&#13;
yang telah dilakukan, serta mengeksplorasi prospek pemerintah daerah dalam pembentukan&#13;
BUMKam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis ASOCA. Data&#13;
dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi dari berbagai sumber primer dan sekunder.&#13;
Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan dalam pembentukan BUMKam&#13;
berasal dari faktor internal dan eksternal, termasuk keterbatasan sumber daya manusia terlatih,&#13;
regulasi yang tidak memadai, ketidakstabilan politik atau konflik sosial, kurangnya akses dan&#13;
infrastruktur, serta kurangnya kesadaran dan minat kewirausahaan. Meskipun telah dilakukan upaya&#13;
sosialisasi, pembinaan, dan pemberdayaan, upaya tersebut belum berjalan efektif. Kesimpulan:&#13;
Diperlukan prospek yang lebih baik untuk mengatasi hambatan ini, termasuk peningkatan kapasitas&#13;
sumber daya manusia, perbaikan regulasi, stabilitas politik, peningkatan infrastruktur, dan&#13;
peningkatan kesadaran kewirausahaan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
