<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193969</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210024936</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001053</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH /</subfield>
      <subfield code="c">Nur Ilhami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nur Ilhami</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19586</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Anwar Rosshad</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 982 621</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 982 621 NUR e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Sampah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Terjadi peningkatan timbulan sampah&#13;
nasional dari tahun 2019 hingga 2022. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu&#13;
daerah yang berhasil dalam bidang Smart Green ASEAN. Namun, masih terdapat&#13;
beberapa permasalahan, jumlah timbulan sampah perhari di Kabupaten Banyumas&#13;
mencapai 1656,2 m3&#13;
/hari pada tahun 2020 dan meningkat menjadi 1790 m3&#13;
/hari&#13;
pada tahun 2021. Permasalahan yang lain adalah luasnya cakupan pelayanan&#13;
persampahan. Total area kabupaten yang belum terlayani sampahnya adalah 221,98&#13;
km2 atau 22.198 Ha. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan&#13;
mendeskripsikan evaluasi kebijakan pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas,&#13;
faktor penghambatnya dan upaya dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten&#13;
Banyumas dalam mengatasi faktor penghambat tersebut. Metode: Dalam penelitian&#13;
ini, peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif, metode ini dianggap paling&#13;
cocok karena mudah menyesuaikan terhadap kondisi dan perubahan di lapangan.&#13;
Kemudian teknik pengumpulan data diakukan melalui observasi, wawancara, dan&#13;
dokumentasi. Hasil/Temuan: Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan&#13;
pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan optimal,&#13;
dikarenakan masih belum efisen, memadai, dan merata, tetapi dari aspek efektif&#13;
sudah berjalan cukup efektif serta aspek ketepatan kebijakan ini sudah tepat pada&#13;
tujuan dan sasarannya. Faktor penghambat pelaksanaan pengelolaan sampah di&#13;
Kabupaten Banyumas yaitu kurangnya kesadaran masyarakat dan keterbatasan&#13;
anggaran serta infrastuktur sarana dan prasarana layanan persampahan yang&#13;
belum memadai. Upaya yang dilakukan yaitu meningkatkan sosialiasi dan edukasi&#13;
kepada masyarakat serta meningkatkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah&#13;
yang memadai. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan&#13;
bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Banyumas belum berjalan dengan&#13;
optimal, dikarenakan masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
