<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193977</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210090738</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001061</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">COLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PERCEPATAN PENURUNAN RABIES DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Gundisalvus Allesandro Dey Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Gundisalvus Allesandro Dey Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">8</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19961</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Merintha Suryapuspita</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.190 959 868 71</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.190 959 868 71 GUN c</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanganan Masalah Kesehatan (Rabies)</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Ditemukan adanya kasus rabies pada 6 desa di Kabupaten&#13;
TTS pada pertengahan tahun 2023 dan mengalami peningkatan hingga akhir tahun 2023 hingga 6,5&#13;
kali lipat, hal ini diikuti dengan anggaran dan alokasi vaksin yang belum merata ke desa-desa yang&#13;
terjangkit virus ini. Tujuan: untuk mendeskripsikan dan menganalisis kolaborasi pemerintah&#13;
sebagai pemangku kepentingan dengan pihak-pihak terkait dalam rangka percepatan penurunan&#13;
Rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi NTT. Metode: Metode penelitian ini&#13;
menggunakan penelitian kualitatif untuk dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi dengan lebih&#13;
mendalam berdasarkan teori collaborative governance dari (Ratner, 2012) melalui teknik&#13;
pengambilan data berupa wawancara langsung maupun daring, observasi, dan dokumentasi.&#13;
Hasil/Temuan: Kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak-pihak yang terkait seperti&#13;
dinas kesehatan, LSM, dan pihak-pihak lainnya telah berjalan dengan baik walaupun belum&#13;
sepenuhnya optimal , dimana berdasarkan teori Ratnar dilihat bahwa kolaborasi yang telah&#13;
dilakukan dengan berbagai macam program hanya saja masih terdapat kendala berupa anggara&#13;
pembiayaan dan desa-desa terjangkit masih ada yang sulit untuk dijangkau, adapun hasil capaian&#13;
sudah terlihat dengan berbagai program lintas sektor yang telah diadakan dengan membuat vaksin&#13;
massal dan pengendalian hewan pembawa virus serta adanya sosialisasi langsung ke masyarakat.&#13;
Kesimpulan: Kolaborasi dalam penanganan Rabies di Kabupaten TTS menunjukkan langkah awal&#13;
yang positif dalam menghadapi tantangan kompleks penyakit zoonosis ini, hanya perlu adanya&#13;
langkah-langkah yang lebih komprehensif untuk dapat mengoptimalkan upaya-upaya yang telah&#13;
dilakukan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
