<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001193979</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260210091734</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001063</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EVALUASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN SAMPAH DI DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA TANJUNGPINANG PROVINSI KEPULAUAN RIAU /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Fadhil Riwandi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Fadhil Riwandi</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">18 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20019</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Selvia Junita Praja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2024</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 981 437</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.728 095 981 437 MUH e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen Sampah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis menyoroti masalah dalam evaluasi pengelolaan&#13;
sampah di dinas lingkungan hidup kota tanjungpinang provinsi kepulauanriauyang masih&#13;
menghadapi banyak kendala.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis&#13;
evaluasi kebijakan pengelolaan sampah di Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.dan&#13;
untuk mengetahui dan menganalisis upaya dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungpinang&#13;
dalam mengatasi faktor penghambat berjalannya kebijakan pengelolaan sampah di Kota&#13;
Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau.Metode: menggunakan teori William N.Dunn dengan&#13;
penelitian kualitatif metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara,&#13;
observasi, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis dengan teknik kondensasi data, penyajian&#13;
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa&#13;
Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota Tanjungpinang belum berjalan dengan optimal&#13;
dari segi anggaran, sumber daya manusia, dan sarana prasarana. Upaya yang dilakukan yaitu&#13;
memberikan edukasi kepada masyarakat Kota Tanjungpinang, meningkatkan dan&#13;
mengoptimalkan sarana dan prasarana, fasilitas, serta SDM yang mumpuni. Dan juga&#13;
meningkatkan sistem pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat&#13;
di Kota Tanjungpinang, sehingga mendukung pencapaian tujuan kebijakan secara keseluruhan.&#13;
.Kesimpulan: Evaluasi Kebijakan Pengelolaan Sampah di Kota Tanjungpinang menunjukkan&#13;
bahwa kebijakan tersebut belum berjalan optimal, terutama dalam hal anggaran, sumber daya&#13;
manusia, dan sarana prasarana. Anggaran yang dialokasikan masih belum memadai, sehingga&#13;
banyak program tidak bisa berjalan maksimal. Sumber daya manusia yang terlibat juga terbatas,&#13;
baik jumlah maupun kualitasnya. Sarana dan prasarana yang tersedia, seperti tempat pembuangan&#13;
sementara (TPS), armada pengangkut sampah, dan fasilitas daur ulang, juga sangat kurang. Untuk&#13;
memperbaiki kondisi ini, pemerintah melakukan edukasi kepada masyarakat agar lebih sadar&#13;
pentingnya pengelolaan sampah. Selain itu, peningkatan dan optimalisasi sarana prasarana sangat&#13;
diperlukan dengan menambah TPS, armada pengangkut, dan fasilitas daur ulang. Peningkatan&#13;
kapasitas sumber daya manusia juga penting dengan memberikan pelatihan dan menambah jumlah&#13;
petugas. Penerapan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk pengumpulan dan&#13;
pengangkutan sampah yang terjadwal serta pengolahan ramah lingkungan, diharapkan dapat&#13;
menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di Kota Tanjungpinang. Dengan demikian, tujuan&#13;
kebijakan pengelolaan sampah dapat tercapai secara keseluruhan, menciptakan lingkungan yang&#13;
bersih, sehat, dan berkelanjutan.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
