<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194027</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260211095114</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001111</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">TATA KELOLA PENANGGULANGAN BENCANA PADA MASA TANGGAP DARURAT DI KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Aziizah Rahmasari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Aziizah Rahmasari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">14 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust. ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13991</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Petrus Polyando</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 984 773</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.345 984 773 AZI t</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">pengamanan dari bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu daerah di Indonesia yang sering terjadi&#13;
bencana yaitu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Peristiwa bencana yang sering terjadi&#13;
memerlukan penanganan dalam menghadapi berbagai jenis bencana, dalam hal ini dilakukan&#13;
berdasarkan penilaian ancaman bencana dengan identifikasi jenis ancaman, data sejarah kejadian&#13;
bencana dan hasil kajian para pakar tentang potensi bencana di suatu daerah. Menghadapi berbagai&#13;
peristiwa bencana pemerintah telah melakukan upaya dengan menetapkan Undang – Undang Nomor 24&#13;
Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang menjadi pedoman pengaturan dalam setiap&#13;
perencanaan maupun aksi yang akan di lakukan oleh pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi&#13;
bencana. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penyebab penanggulangan&#13;
bencana pada masa tanggap darurat belum dilakukan secara sistematis di Kabupaten Gowa. Metode:&#13;
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan&#13;
induktif. Data yang di pakai dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik&#13;
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini informan&#13;
ditentukanmelalui teknik purposive dan snowball sampling. Teknik analisis data dilakukan dengan&#13;
reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa Tata Kelola Penanggulangan Bencana Pada Masa Tanggap Darurat Di Kabupaten Gowa di kaji&#13;
dari 2 (dua) proses kolaborasi yang mempengaruhi pengelolaan tanggap darurat bencana, yaitu : proses&#13;
dialog tatap muka dan proses membangun kepercayaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan&#13;
bahwa Tata Kelola Penanggulangan Bencana Pada Masa Tanggap Darurat Di Kabupaten Gowa belum&#13;
dilakukan secara sistematis dilihat dari 2 (dua) proses kolaborasi yang dinilai masih kurang baik dalam&#13;
mendukung pengelolaan tanggap darurat bencana yang menyebabkan kurangnya hubungan komunikasi&#13;
antar pihak untuk membangun pemahaman yang sama dalam mempersiapkan segala bentuk perencanaan&#13;
dan strategi pelaksanaan tanggap darurat. Selain itu terdapat keterbatasan informasi, kurangnya sumber&#13;
daya manusia, dan sarana prasarana yang kurang memadai sehingga menjadi faktor penyebab&#13;
penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat belum dilakukan secara sistematis di Kabupaten&#13;
Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Kesimpulan: Pemerintah Kabupaten Gowa menetapkan rencana&#13;
penanggulangan bencana secara periodik dalam jangka menengah maupun jangka panjang yang&#13;
melibatkan berbagai pihak dalam menyusun serta memperbaruhi rencana strategi penanggulangan&#13;
bencana pada masa tanggap darurat, menyediakan penyebaran informasi yang merata serta menambah&#13;
peralatan kerja, dan melakukan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar tata kelola&#13;
penanggulangan bencana pada masa tanggap darurat di Kabupaten Gowa menjadi lebih tertata dengan&#13;
mekanisme tata kelola tanggap darurat yang baku dan sistematis akan mengurangi dampak yang lebih&#13;
besar akibat peristiwa bencana.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
