<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194030</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260211095504</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001114</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING DI KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG :</subfield>
      <subfield code="b">- /</subfield>
      <subfield code="c">Virginia Elvira Dey Putri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Virginia Elvira Dey Putri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14113</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Vinda Verina</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 868 63</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.859 868 63 VIR i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">persediaan bahan makanan permasalahan stunting</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP):&#13;
Stunting merupakan salah satu permasalahan status gizi pada balita yang masih menjadi masalah&#13;
di dunia termasuk negara Indonesia hingga saat ini. Pada tahun 2018, Nusa Tenggara Timur&#13;
menduduki presentase tertinggi kasus Stunting di Indonesia sebesar 42,6 %. Di provinsi Nusa&#13;
Tenggara Timur salah satu daerah yang menjadi prioritas dalam penanganan Stunting adalah Kota&#13;
Kupang. Alak sebagai daerah penghasil ikan dan Stunting tertinggi di Kota Kupang menjadi latar&#13;
belakang dalam percepatan penurunan angka Stunting oleh Gubernur NTT adalah dengan&#13;
mengeluarkan kebijakan melalui Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor:&#13;
324/KEP/HK/2018 tentang Komisi Percepatan Penanggulangan Stunting maka dibentuk&#13;
kelompok kerja Stunting, didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang&#13;
percepatan penanggulangan Stunting. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis&#13;
Implementasi Kebijakan Percepatan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Alak Kota Kupang,&#13;
menganalisis faktor determinan (faktor pendukung dan penghambat) dalam implementasi&#13;
kebijakan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Alak, Kota Kupang dan menganalisis&#13;
upaya penanggulangan stunting di Kecamatan Alak Kota Kupang. Metode: Dalam penelitian ini&#13;
peneliti menggunakan pendekatan Postpositivism dan Grand Teory Edward III. Postpositivisme&#13;
adalah paradigma yang digunakan dalam penelitian kualitatif. Kritik terhadap positivisme, kuatnya&#13;
pengaruh positivisme terhadap metode ini, khususnya perlakuan terhadap teori-teori yang masih&#13;
bersifat deduktif, merupakan paradigma Postpositivisme. Dengan demikian metodologi turunan&#13;
Postpositivisme tidak dapat sepenuhnya digambarkan sebagai penelitian kualitatif. Secara umum&#13;
metode pengumpulan data dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, yaitu metode observasi&#13;
langsung, metode wawancara, dan metode khusus. Hasil/Temuan: Berdasarkan penelitian&#13;
terhadap sebelas indikator dalam empat dimensi oleh Edward III dalam penelitiannya tentang&#13;
percepatan penanggulangan, terdapat delapan indikator keberhasilan stunting yaitu konsistensi,&#13;
kejelasan, kepegawaian, kewenangan, penunjukan birokrat dan insentif. Tiga indikator yang belum&#13;
berhasil adalah informasi, fasilitas, dan transmisi. Kesimpulan: Adapun delapan indikator&#13;
keberhasilan stunting yaitu konsistensi, kejelasan, kepegawaian, kewenangan, penunjukan birokrat&#13;
dan insentif. Tiga indikator yang belum berhasil adalah informasi, fasilitas, dan transmisi.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
