<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194044</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260211101435</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001128</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA APARATUR DALAM PENINGKATAN PARIWISATA DI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Hilmy Rahayu Mahbub Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Hilmy Rahayu Mahbub Putra</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilust ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12191</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rizki Amalia</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.359 828 14</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.359 828 14  HIL s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">manajemen kepegawaian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kompetensi ASN berdasarkan Permenpan RB Nomor 38&#13;
Tahun 2017 diantaranya adalah kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial&#13;
kultural. Hal ini senada dengan kompetensi menurut teori Covey, Roger dan Rebecca Merril dalam&#13;
Sedarmayanti (2017) terdapat tiga dimensi kompetensi aparatur yakni kompetensi teknis, kompetensi&#13;
konseptual dan kompetensi untuk hidup. Ketiga kompetensi tersebut penting untuk dimiliki dan&#13;
dikembangkan oleh aparatur. Penulis berfokus pada aparatur yang ada di Dinas Kebudayaan dan&#13;
Pariwisata Kabupaten Tulungagung selanjutnya disebut dengan Disbudpar sebagai organisasi&#13;
perangkat daerah yang bertugas untuk meningkatkan kepariwisataan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengembangan kompetensi sumber daya aparatur,&#13;
menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kompetensi sumber&#13;
daya aparatur, serta dapat merumuskan strategi pengembangan kompetensi sumber daya aparatur&#13;
dalam peningkatan pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung. Metode: Metode penelitian&#13;
menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Mengumpulkan data dengan&#13;
teknik triangulasi data yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Kemudian menganalisis data&#13;
dengan melakukan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi data. Hasil/Temuan: Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan&#13;
pariwisata di Disbudpar Kabupaten Tulungagung belum berjalan dengan cukup baik. Faktor&#13;
pendukung pengembangan kompentensi sumber daya aparatur diantaranya adalah terdapat kesesuaian&#13;
visi dan misi, komitmen kuat dari stakeholder, peluang dari pertumbuhan ekonomi Indonesia,&#13;
dukungan pengaruh politik, perkembangan teknologi yang pesat serta regulasi pemerintah yang&#13;
mendukung. Faktor penghambat diantaranya adalah rendahnya kualitas sumber daya aparatur,&#13;
anggaran yang minim, kurangnya kondisi dan ketersediaan sarana dan prasarana, serta ancaman dari&#13;
pengaruh kondisi sosial budaya yang kurang mendukung. Kesimpulan: Strategi pengembangan&#13;
kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata dengan tingkat prioritas tertinggi&#13;
berdasarkan hasil uji litmus yakni Memperbaiki dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia&#13;
aparatur diimbangi dengan pembenahan anggaran dan melengkapi sarana prasarana yang mendukung&#13;
pengembangan kompetensi sumber daya aparatur dalam peningkatan pariwisata melalui pemanfaatan&#13;
perkembangan ekonomi, teknologi informasi dan pengaruh dukungan politik di tahun 2023.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
