<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194070</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260211103530</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001154</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENERAPAN HUKUM ISLAM TENTANG KHALWAT DI KOTA LHOKSEUMAWE PROVINSI ACEH /</subfield>
      <subfield code="c">Syafrian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Syafrian</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15569</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">M. Rifai</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297.145 981 142</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">297.145 981 142  SYA p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penerapan Hukum Islam</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi masyarakat tentang Khalwat masih belum&#13;
berjalan dengan baik di Kota Lhokseumawe dikarenakan Dinas Syariat Islam dan Wilayatul hisbah&#13;
daerah masih menghadapi berbagai kendala dalam menegakkan syariat Islam khususnya terkait aspek&#13;
kelembagaan, pelaksanaan hukum, proses hukum dan kesiapan hukum serta sumber daya manusia.&#13;
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan partisipasi&#13;
masyarakat dalam penerapan hukum Islam tentang khalwat di Kota Lhokseumawe serta kendala&#13;
pemberian sanksi terhadap pelanggar pelaku khalwat yang dilakukan oleh Dinas Syariat Islam.&#13;
Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksploratif dengan&#13;
menggunakan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini&#13;
2&#13;
adalah validasi data yaitu melalui Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Syariat Islam sudah berjalan namun belum optimalnya&#13;
peran dari Dinas Syariat Islam dan Wilayatul Hisbah dalam menegakkan Syariat Islam diperparah&#13;
dengan tidak adanya kesadaran hukum dari masyarakat di Kota Lhokseumawe. Hal ini didukung data&#13;
yang membuktikan masih tingginya tingkat pelanggaran yang terjadi di masyrakat. Kesimpulan:&#13;
Tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan hukum jinayat sudah efektif, namun kasus dari khalwat&#13;
itu masih belum ada penurunan dari tahun 2021 sampai tahun 2022. Penerapan hukum khalwat sudah&#13;
dijalankan namun masih banyak kendala dalam penerapan hukum ini. Beberapa kendala dalam&#13;
penerapan hukum khalwat diantaranya pejabat yang sulit untuk di proses hukumnya, kurangnya&#13;
anggaran, minimnya sarana dan prasarana, kurangnya personil dan tingkat kompetensi personil yang&#13;
masih rendah.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
