<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194099</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260211110711</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001183</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KESETARAAN GENDER DI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Amin Amryadi Badar Alam</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Amin Amryadi Badar Alam</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15678</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ani Martini</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">305.359 813 7</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">305.359 813 7  AMI k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kesetaraan Gender</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Keterwakilan perempuan di DPRD mulai jadi&#13;
perhatian bagi pemerintah Indonesia. Kesetaraan gender dalam politik melahirkan kebijakan&#13;
affirmativ action bagi perempuan. Namun, kebijakan affirmative action belum berjalan dengan&#13;
seperti yang diharapkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan memperoleh gambaran kesetaraan&#13;
gender dalam keanggotaan DPRD Kota Padang dan faktor penghambat kesetaraan gender&#13;
dalam keanggotaan DPRD Kota Padang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian&#13;
ini adalah Kualitatif Deskriptif dengan pendekatan deskriptif adalah suatu metode peneliitian&#13;
yang menekankan pada pemahaman dalam masalah-masalah dikehidupan sosial berdasarkan&#13;
kondisi realitas atau natural setting yang holistis, kompleks dan rinci. Sedangkan Teknik&#13;
pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Dan teori yang digunakan&#13;
dalam penelitian ini ialah Teori Kesetaraan Gender. Teori ini terdiri dari empat dimensil yaitu&#13;
akses, manfaat, partisipasi, dan kontrol. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa&#13;
belum setaranya gender dalam keanggotaan DPRD Kota Padang karena belum terealisasinya&#13;
kebijakan affirmative action dengan optimal, serta adanya faktor penghambat kesetaraan&#13;
gender dalam keanggotaan DPRD Kota Padang ialah stigma masyarakat terhadap perempuan&#13;
yang berpolitik, perempuan harus memiliki performa lebih besar dalam masyarakat, serta kendala perekrutan kandidat perempuan oleh partai politik. Maka penulis meyarankan&#13;
sebaiknya partai politik melakukan persiapan kandidat perempuan secara internal sebelum&#13;
mengikuti pemilu, dan pemerintah perlu mengevaluasi kembali kebijakan tentang affirmativ&#13;
action. Kesimpulan: Kesetaraan gender di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Padang&#13;
belum bisa dikatakan setara karena masih rendahnya keterwakilan perempuan dalam&#13;
keanggotaan DPRD kota Padang dan walaupun sudah diterapkannya kebijakan Afirmativ&#13;
Action tetapi masih belum optimal, karena masih adanya anggapan negatif tentang perempuan&#13;
yang berpolitik dan masih kuatnya budaya patriarki di masyarakat Minangkabau serta&#13;
kurangnya kemauan elit-elit politik.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
