<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194155</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260211090153</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001239</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Polu, Theodorus Alexandro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Polu, Theodorus Alexandro</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">8 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15666</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Dadang Suwanda</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.480 959 868 31</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.480 959 868 31  POL a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan tentang sistem&#13;
pemerintah Indonesia yang bergeser menjadi desentralisasi fiskal terkait dengan wewenang yang telah&#13;
diberikan oleh pemerintah pusat kepada pihak pemerintah Daerah yaitu otonomi daerah. Kewenangan&#13;
penyelenggaraan, pengendalian, pengaturan, dan perencanaan yang diberikan oleh pemerintah pusat&#13;
agar bisa mengatur urusannya sendiri berdasarkan kemampuan dan karakteristik daerahnya masingmasing serta mengacu kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengikat. Tujuan:&#13;
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada&#13;
dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah, untuk mengetahui factor pendukung dan&#13;
penghambat kemampuan keuangan daerah Kabupaten Ngada dalam mendukung pelaksanaan&#13;
otonomi daerah. untuk mengetahui upaya pemerintah daerah Kabupaten Ngada untuk meningkatkan&#13;
kemampuan keuangan daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah. Metode: Metode&#13;
penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dan dengan teknik pengumpulan data&#13;
menggunakan wawancara,, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Kabupaten Ngada selama 5&#13;
tahun anggaran yakni tahun 2016-2020 menunjukkan bahwa masih tingginya tingkat ketergantungan&#13;
daerah Kabupaten Ngada terhadap pendapatan daerah yang berasal dari pemerintah pusat maupun&#13;
provinsi. Upaya yang dapat dilakukan pemerintahdaerah dalam rangka meningkatkan kemampuan&#13;
keuangan daerah, yakni dengan cara antara lain: Menggali potensi-potensi daerah yang dapat&#13;
dimanfaatkan sebagai sumber PAD baru untuk dijadikan objek maupun subjek dari pajak dan retribusi&#13;
daerah. Kemudian pengembangan hal baru dalam meningkatkan PAD melalui penerapan teknologi&#13;
informasi berbasis online sebagai sarana pendukung bagi pendataan, penetapan dan pemungutan&#13;
PAD yang ada. Kesimpulan: Kemampuan keuangan daerah yang ada diukur berdasarkan hasil&#13;
analisis rasio yang menunjukkan Kabupaten Ngada tergolong masih rendah dalam mendukung&#13;
pelaksanaan otonomi daerah. Pemungutan Pajak dan Retribusi Daerah yang belum optimal atau&#13;
masih sangat rendah, hal ini dapat kita ilihat dari target dan realisasi PAD yang masih rendah.&#13;
Kemudian potensi daerah yang belum dimanfaatkan dengan baik, hal ini ditandai dengan banyaknya&#13;
aktivitas perekonoman daerah yang belum optimal dikenakan pajak dan retribusi. Serta tingginya&#13;
tingkat ketergantungan daerah Kabupaten Ngada terhadap dana transfer yang ada, hal ini ditandai&#13;
dengan tingkat kemampuan PAD yang rendah jika dibandingkan dengan dana transfer umum yang&#13;
masih sangat tinggi.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
