<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194178</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260211102344</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001262</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI KOPI OLEH DINAS PERTANIAN DI KABUPATEN PEGUNUNGAN BINTANG PROVINSI PAPUA /</subfield>
      <subfield code="c">Uropmabin, Hubertus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Uropmabin, Hubertus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="250" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">- ;</subfield>
      <subfield code="c">-</subfield>
      <subfield code="e">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15234</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Samsul Arifin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">IPDN,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.725 988 183</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">307.725 988 183  URO p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="020" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">-</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pemberdayaan Masyarakat Desa</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kesejahteraan masyarakat dapat diimplementasikan melalui&#13;
pemberdayaan masyarakat di daerah kabupaten pegunungan bintang. Sehingga dapat menghasilkan&#13;
petani kopi yang profesional dalam menanam kopi hinggga hasilnya dapat berkualitas. Dan dapat&#13;
meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui&#13;
dan menganalisis bagaimana pemberdayaan masyarakat petani Kopi yang dilaksanakan oleh Dinas&#13;
2&#13;
Pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang serta untuk mengetahui ancer penghambat dan upaya yang&#13;
dilakukan dalam melakukan Pemberdayaan Petani kopi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Pegunungan&#13;
Bintang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan&#13;
pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi,&#13;
dokumentasi dan penelusuran data online. Wawancara dilakukan terhadap pihak-pihak yang terkait&#13;
dalam pemberdayaan petani kopi di kabupaten yaitu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pegunungan&#13;
Bintang, Kepala Bidang Pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Pegawai Dinas pertanian,&#13;
serta Para Petani Kopi selaku obyek dari suatu pemberdayaan. Analisis data dilakukan dengan&#13;
Pengolahan Data, Penganalisisan Data, dan Penafsiran Hasil Analisis. Hasil/Temuan: Masih terdapat&#13;
beberapa hambatan baik dari Pemerintah maupun dari petani kopi itu sendiri. Kesimpulan: Penelitian&#13;
ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pemberdayaan yang dilakukan oleh Dinas Pertanian&#13;
Kabupaten Pegunungan Bintang terhadap petani kopi di Kabupaten Pegunungan Bintang sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat beberapa hambatan baik dari Pemerintah maupun dari&#13;
petani kopi itu sendiri. Hambatan dari pemerintah seperti masih banyak petani yang belum tergabung&#13;
dalam Kelompok Tani sehingga penyaluran bantuan belum merata, dan Sarana Prasarana. Hambatan&#13;
dari petani kopi adalah akses jalan darat maupun udarah yang belom berjalan ancer dan akses jaln&#13;
yang menuju pertanaman kopi dan harga jual kopi yang tidak stabil.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
