<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194224</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260216114546</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001308</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">RESOLUSI KONFLIK DALAM RELOKASI PEDAGANG PASAR BAUNTUNG BARU DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /</subfield>
      <subfield code="c">Atira Adrin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Atira Adrin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">8 hlm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15769</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sayuti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.690 959 836 13</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.690 959 836 13  ATI r</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Resolusi Konflik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Keadaan Pasar Bauntung semakin lama semakin memprihatinkan, mulai dari minim fasilitas, kotor dan tempat yang sempit. Pemkot Banjarbaru&#13;
melakukan relokasi Pasar Bauntung agar lebih teratur, bersih, nyaman dan rapi. Namun&#13;
nyatanya, masih banyak konflik yang terjadi pada relokasi pasar Bantung, salah satunya&#13;
pedagang yang menolak direlokasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan&#13;
menganalisis resolusi konflik dalam relokasi pedagang Pasar Bauntung Baru serta mengidentifikasi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan.&#13;
Metode : Pelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan&#13;
menggunakan teori resolusi konflik Johan Galtung dengan tiga dimensi sebagai pisau&#13;
analisanya. Hasil/ Temuan : Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan&#13;
peace building, peace keeping, dan peace making menjadi strategi yang efektif dalam resolusi&#13;
konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Pendekatan peace building dilakukan dengan&#13;
meningkatkan sarana dan prasarana pasar Bauntung Baru serta mengetahui faktor penyebab&#13;
konflik. Pendekatan peace keeping dilakukan dengan pembuatan kebijakan yang mampu&#13;
menertibkan serta melaksanakan musyawarah. Sedangkan pada pendekatan peace making&#13;
dilakukan melalui pembuatan hubungan kekeluargaan yang baik serta melihat hasil dan capaian&#13;
pelaksanaan relokasi pasar Bauntung. Faktor penghambat yakni keberadaan pedagang informal&#13;
serta rendahnya kesadaran masyarakat dan pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni&#13;
dengan melaksanakan konsultasi publik serta menangani aduan yang masuk secara&#13;
bijak.Kesimpulan: Pendekatan peace building, peace keeping, dan peace making menjadi&#13;
strategi yang efektif dalam resolusi konflik relokasi pedagang Pasar Bauntung. Faktor&#13;
penghambat yakni keberadaan pedagang informal serta rendahnya kesadaran masyarakat dan&#13;
pedagang. Upaya mengatasi hambatan ini yakni dengan melaksanakan konsultasi publik serta&#13;
menangani aduan yang masuk secara bijak.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
