<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194311</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260219121527</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001395</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS RASIO KEUANGAN UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN DAERAH DI PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN PADANG PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">IQBAL AZHAR</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">IQBAL AZHAR</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15886</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 137</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 137  IQB a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Bentuk implementasi atas pemberlakukan asas&#13;
desentralisasi fiskal dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah melalui pengelolaan&#13;
keuangan daerah. Otonomi daerah memberikan hal kepada daerah berupa pemberian&#13;
anggaran sebagai bentuk perimbangan hubungan keuangan pusat dan daerah. Hal ini&#13;
dimaksudkan untuk membiayai seluruh aktivitas urusan pemerintahan yang di limpahkan&#13;
kepada pemerintah daerah untuk menjalankan urusan daerah. Padang Pariaman hingga saat&#13;
ini masih memerlukan dana perimbangan yang besar terhadap kegiatan belanja daerah, maka&#13;
dari itu perlu diukur tingkat kinerja keuangan daerah Kabupaten Padang Pariaman. Tujuan:&#13;
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kinerja keuangan daerah Kabupaten&#13;
Padang Pariaman serta mengetahui faktor penghambat dan upaya dalam mengatasinya.&#13;
Metode: Penelitian ini menggunakan Pendekatan Penelitian Kualitatif dengan Metode&#13;
Deskriptif melalui kerangka Berfikir Induktif. Data yang digunakan dalam penelitian ini&#13;
adalah data Laporan Realisasi Anggaran Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2017-2021.&#13;
Analisis data menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data, deskripsi data yang&#13;
dilakukan melalui analisis rasio keuangan melalui teori Mahmudi.Hasil/Temuan: Hasil&#13;
penelitian ini menunjukan bahwa Kinerja Keuangan Daerah Kabupaten Padang Pariaman&#13;
dinilai masih rendah berdasarkan indikator rasio derajat desentralisasi, rasio kemandirian,&#13;
rasio efisiensi, dan rasio pertumbuhan sedangkan pada indikator rasio efektivitas sudah cukup&#13;
efektif serta rasio ketergantungan daerah yang tinggi. Adapun faktor yang menjadi&#13;
penghambat dalam kinerja keuangan adalah kurangnya kompetensi pegawai akibat&#13;
banyaknya pegawai yang memiliki latar belakang pendidikan yang tidak linear dan sarana&#13;
yang belum memadai. Sedangkan upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan&#13;
pelatihan kepada pegawai dan meningkatkan sarana penunjang kinerja pegawai.&#13;
Kesimpulan:Dari hasil yang didapatkan maka dapat disimpulkan bahwa pemerintah daerah&#13;
Kabupaten Padang Pariaman perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja keuangan yang&#13;
dalam hal ini memaksimalkan pemungutan pendapatan asli daerah melalui peningkatkan&#13;
pemungutan pajak, meningkatkan transparansi dan pelaksanaan fungsi pelayanan,&#13;
pembangunan dan pemberdayaan, serta meningkatkan dan memberdayakan sektor BUMNag&#13;
melalui pemberian fasilitas dan keahlian.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
