<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194323</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260219111039</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001407</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PENURUNAN ANGKA STUNTING OLEH DINAS KESEHATAN DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN PROVINSI SULAWESI UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Kiven Imanuel Aseng</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kiven Imanuel Aseng</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">13 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15920</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Kusworo</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.109 598 425 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">362.109 598 425 2  KIV s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Layanan Kesehatan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan Stunting di Kabupaten Minahasa&#13;
Selatan merupakan masalah serius dan dimasukkan kedalam RPJMD Kabupaten Minahasa&#13;
Stunting pada anak akan membuat kualitas SDM dari suatu daerah menurun dan&#13;
mengakibatkan Minahasa Selatan tidak memiliki SDM yang unggul dan akan membuat kabupaten tertinggal dari yang lain. Berangkat dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis Strategi Penurunan Angka Stunting oleh Dinas Kesehatan di&#13;
Kabupaten Minahasa Selatab Provinsi Sulawesi Utara. Tujuan: Tujuan dari penelitan ini&#13;
adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana strategi penurunan angka stunting di&#13;
Kabupaten Minahasa Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif&#13;
deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah&#13;
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer&#13;
yang diperoleh secara langsung melalui wawancara dan observasi dengan informan yang&#13;
dianggap mengetahui. Teknik analisis data menggunakan triangulasi melalui pengumpulan&#13;
data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa penurunan angka stunting di Minahasa Selatan naik turun grafiknya, namun ditahun&#13;
2021 memiliki angka lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari&#13;
hasil penelitian yang dilakukan peneliti di lapangan. Program memang telah berjalan dengan&#13;
baik namun ada strategi yang diperlukan untuk memaksimalkan hal tersebut. Tetapi masih&#13;
terdapat beberapa kendala yang terjadi di lapangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat&#13;
tentang pentingnya pengetahuan tentang stunting, sarana dan prasarana yang belum memadai,&#13;
dan keadaan geografis Minahasa Selatan yang menyulitkan masyarakat untuk datang membeli&#13;
obat atau ke puskesmas. Saran peneliti dalam menangani hambatan yang dihadapi yaitu dengan&#13;
mengadakan kerjasama dengan instansi lainnya dalam melaksanakan program dan mengadakan&#13;
program pelayanan keliling yaitu jemput bola. Kesimpulan: strategi penurunan angka stunting&#13;
oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Selatan memiliki kekuatan dan ancaman yang lebih&#13;
besar, maka artinya pada dua aspek inilah perlu di tonjolkan dan di lakukan. Dari hasil&#13;
perhitungan analisis SWOT yang peneliti lakukan menunjukan bahwa dalam faktor eksternal,&#13;
indikator ancaman merupakan indikator yang memiliki nilai terbesar dengan jumlah total&#13;
kalkulasi dari bobot dan nilai adalah sebesar 1,90 dan untuk peluang sebesar 1,84. Untuk aspek&#13;
ancaman yang memiliki bobot terbesar adalah tingkat ekonomi masyarakat yang masih&#13;
dibawah dengan nilai 0,22 sedangkan bobot terkecil adalah pengaruh budaya social yang malu&#13;
dikucilkan masyarakat dengan bobot 0,14.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
