<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194347</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260220111325</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001431</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">STRATEGI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENURUNKAN ANGKA PENGANGGURAN DI KOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Harta Denay</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Harta Denay</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">19 hlm :</subfield>
      <subfield code="b">illus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16034</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.137 095 981 37</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">331.137 095 981 37  HAR s</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengangguran</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP):Dikutip dari website Badan Pusat Statistik Kota&#13;
Padang bahwa pengangguran di Kota Padang berada pada angka 13,37%. Perhitungan tersebut&#13;
menunjukan bahwa masih tingginya angka pengangguran di Kota Padang. Berdasarkan BPS&#13;
Tahun 2021, terdapat 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat dengan pengangguran di&#13;
atas 6 persen. Kota Padang (13,37), Kabupaten Padang Pariaman (8,41), Kota Sawahlunto&#13;
(6,38), Kota Bukittinggi (6,09), Kota Payakumbuh (6,47), dan Kota Pariaman (6,09). Berkaitan&#13;
dengan masalah diatas, Pemerintahan Kota Padang mesti bekerja lebih intens lagi serta&#13;
mengembangkan tata Kelola pemerintahan yang lebih kompeten guna mencapai hasil yang&#13;
lebih baik sebagai bentuk penanganan masalah pengangguran. Tujuan: Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi pemerintahan daerah dalam menurunkan&#13;
angka pengangguran, untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor pendukung dan&#13;
penghambat strategi pemerintahan daerah dalam menurunkan angka pengangguran, untuk&#13;
mengetahui dan menganalisis upaya-upaya mengatasi faktor-faktor penghambat strategi&#13;
pemerintahan daerah dalam menurunkan angka pengangguran di Kota Padang Provinsi&#13;
Sumatera Barat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian&#13;
kombinasi dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara,&#13;
kuisioner dan dokumentasi. Adapun teori yang dipakai sebagai analisis dalam penulisan skripsi&#13;
ini adalah menggunakan teori SWOT dari Rangkuti yang menjelaskan bahwa dalam strategi&#13;
pemerintah daerah dilihat pada 4 (empat) aspek yaitu kekuatan, kelemahan, peluang, dan&#13;
ancaman. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penertiban rumah&#13;
penginapan dan Rumah Kost oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ende belum efektif&#13;
karena dalam pelaksanaannya masih ada hambatan yang dihadapi. Kesimpulan: Berdasarkan&#13;
hasil penelitian di lapangan dapat disimpulkan bahwa pertama perlu adanya intensitas dengan&#13;
setiap camat yang berada di Kota Padang sehingga dari camat tersebut kemudian berkoordinasi&#13;
dengan ketua rt/rw terkait data angkatan kerja akibatnya dengan hal tersebut maka data akan&#13;
selalu diperbaharui karna adanya sistem koordinasi yang intensif sehingga tidak berujung&#13;
dengan sistem informasi manajemen yang kembali memburuk. Kedua perlu adanya&#13;
pengawasan terhadap bantuan yang diberikan di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota&#13;
Padang agar bantuan berupa perlengkapan alat penunjang kegiatan dapat dijaga keberadaannya&#13;
dan tidak hanya menjadi sia-sia.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
