<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194425</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260221111248</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001509</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS PERTUMBUHAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) MENUJU KEMANDIRIAN DAERAH KOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT /</subfield>
      <subfield code="c">Najmatul Haya Zen</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Najmatul Haya Zen</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">16 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12611</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Paryoto</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 132 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 132 2 NAJ a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang(GAP): berangkat dari rendahnya kemandirian keuangan daerah&#13;
Kota Solok Provinsi Sumatera Barat. Tujuan : penelitian ini adalah mendeskripsikan penyebab tidak&#13;
mandirinya keuangan daerah Kota Solok. Sedangkan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah&#13;
data Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Kota Solok tahun 2018-2021. Adapun teknik pengumpulan&#13;
data yang digunakan adalah wawancara dengan 6 orang dari bidang pengelolaan keuangan daerah&#13;
Kota Solok dan dokumentasi dengan dokumen terkait. Metode : penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan kualitatif dengan cara berfikir induktif menggunakan beberapa rasio keuangan yaitu,&#13;
rasio efektivitas pengelolaan PAD, rasio derajat desentralisasi, rasio ketergantungan keuangan&#13;
daerah dan rasio kemandirian keuangan daerah, Rasio Analisis varians Pendapatan, dan Rasio&#13;
Analisis varians Belanja. Hasil/Temuan: penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang&#13;
menyebabkan tidak mandirinya keuangan daerah Kota Solok adalah : 1) Pendapatan Asli Daerah&#13;
masih rendah yang dikarenakan belum maksimalnya pemungutan pajak tersebut dan masih&#13;
kurangnya kesadaran para wajib pajak untuk membayar kewajibannya; 2) Banyaknya Mandatory&#13;
spending yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah; dan 3) Adanya politik anggaran nasional yang&#13;
menyebabkan berkurangnya potensi pendapatan daerah. Kesimpulan: Upaya yang dilakukan&#13;
pemerintah daerah Kota Solok dalam mengatasi faktor tersebut adalah: 1). Upaya dalam&#13;
meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Solok dengan; menambah kapasitas sumber&#13;
Pendapatan Asli daerah (PAD), mempermudah sistem dan prosedur pemungutan pajak dan retribusi&#13;
daerah termasuk memperkuat peraturan yang mengatur tentang pemungutan pajak dan retribusi&#13;
daerah, melakukan upaya peningkatan ketaatan wajib pajak dan pembayar retribusi daerah diikuti&#13;
dengan peningkatan pengendalian dan pengawasan atas pemungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD)&#13;
yang diwujudkan dengan peningkatan kualitas, kemudahan, ketepatan, dan kecepatan pelayanan; 2)&#13;
Upaya mengatasi banyaknya Mandatory spending yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah&#13;
dilakukan dengan melakukan manajemen perencanaan anggaran yang baik disesuiakan dengan&#13;
prioritas kebutuhan daerah; 3) Upaya mengatasi adanya politik anggaran nasional yaitu dengan&#13;
mengkoordinasikan kembali kebijakan yang dibuat dan meminta porsi yang besar bagi pemerintah&#13;
daerah.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
