<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194432</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260221112508</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001516</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PERAN PEMERINTAH DAERAH DALAM MENGATASI KONFLIK SOSIAL PERANG ANTARA SUKU LANNY JAYA DAN SUKU NDUGA DI KABUPATEN JAYAWIJAYA PROVINSI PAPUA PEGUNUNGAN /</subfield>
      <subfield code="c">Harishanty Lintang Auliasari Wijaya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Harishanty Lintang Auliasari Wijaya</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12535</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Liauw, Gasper</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.690 959 881 61</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">303.690 959 881 61 HAR p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penyelesaian Konfilik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tanah Papua adalah salah satu daerah&#13;
yang masih sering muncul berbagai permasalahan sosial. Salah satunya adalah&#13;
konflik sosial perang suku yang bisa timbul dari aspek budaya, politik, ekonomi&#13;
maupun sosial. Perang suku yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya pada 8 Januari&#13;
2022 lalu terjadi antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga, sebagaimana dirilis&#13;
berita pagi RRI Wamena tanggal 9 Januari 2022 pukul 06.30 WIT bahwa penyebab&#13;
utamanya yaitu keterlambatan pembayaran mas kawin yang merembet hingga ke&#13;
pembunuhan. Inilah yang menjadi dasar penelitian, serta peran pemerintah daerah&#13;
dalam mengatasi konflik sosial perang antara Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga di&#13;
Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua Pegunungan. Tujuan: Penelitian ini&#13;
dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya konflik sosial perang suku dan&#13;
mengetahui peran pemerintah daerah dalam mengatasi konflik sosial perang antara&#13;
Suku Lanny Jaya dan Suku Nduga di Kabupaten Jayawijaya Provinsi Papua&#13;
Pegunungan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Peneliti&#13;
menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data-data yang ada&#13;
dianalisis dengan mengumpulkan data, menganalisis data, dan menarik kesimpulan.&#13;
Hasil/temuan: Hasil dari penelitian ini adalah penyebab perang suku yaitu&#13;
pembayaran mas kawin dari pihak laki-laki (Suku Nduga) yang belum lunas kepada&#13;
pihak perempuan (Suku Lanny Jaya) dalam jangka waktu yang disepakati,&#13;
penculikan pihak perempuan (Suku Lanny Jaya) oleh pihak laki-laki (Suku Nduga)&#13;
dan balas dendam sebagai akibat pihak laki-laki (Suku Nduga) yang dibunuh oleh&#13;
pihak perempuan (Suku Lanny Jaya). Kesimpulan: Peran pemerintah daerah yaitu&#13;
melakukan komunikasi yang efektif dalam bentuk koordinasi dengan unsur&#13;
forkopimda untuk menyelesaikan perang suku antara Suku Lanny Jaya dan Suku&#13;
Nduga, perang suku diselesaikan secara adat yaitu dengan membayar denda berupa&#13;
uang dan babi sebagai simbol adat dan pemerintah daerah menerima ide masyarakat&#13;
dengan penandatanganan surat pernyataan perdamaian.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
