<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194470</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260222021029</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001554</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">PELAKSANAAN REHABILITASI PASCA BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN YAHUKIMO PROVINSI PAPUA /</subfield>
      <subfield code="c">HESELO, DOMINGGUS I</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">HESELO, DOMINGGUS I</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">7 hlm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15734</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Luh Putu Vera Astri Pujayanti</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.340 959 881 82</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.340 959 881 82  HES p</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Penanggulangan Bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang(GAP): Penulis berfokus pada permasalahan Tanah Longsor&#13;
yang menjadi bencana yang paling berdekatan dengan alam merupakan bencana akibat adanya&#13;
persoalan lingkungan serta dukungan kondisi permukaan tanah yang memiliki kemiringan&#13;
cukup tinggi serta kurangnya tempat resapan air membuat Kecamatan dan desa di Kabupaten&#13;
Yahukimo Provinsi papua mendapatkan bantuan pasca bencana rehabilitasi dan rekotruksi.&#13;
Untuk itu dibutuhkannya peran dari pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan&#13;
Bencana Daerah dalam membantu mempercepat pemulihan dan pembangunan yang bertujuan&#13;
untuk mengembalikan aktivitas yang kondusif pada lingkungan sekitar. Tujuan: Tujuan&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, mendeskripsikan serta menganalisis sejauh apa&#13;
pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dalam melaksanakan penanganan pasca&#13;
bencana tanah longsor di kabupaten Yahukimo. Metode: Metode Penelitian ini dilakukan&#13;
dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data&#13;
melalui wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil/Temuan: Pada Penelitian ini ditemukan&#13;
bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai Koordinator dalam program&#13;
rehabilitasi dan rekonstruksi yang bekerja sama dengan SKPD, instasi serta pihak-pihak lain.&#13;
Badan Penanggulangan Bencana Daerah sebagai koordinator dalam pelaksanaan rehabilitasi&#13;
dan rekonstruksi namun pada pelaksanan teknisnya lebih dilakukan oleh SKPD terkait Sehingga&#13;
berdampak pada peran yang dijalankan tidak sesuai dengan pedoman-pedoman yang telah&#13;
ada.Kesimpulan: Penulis menyimpulkan bahwa peran dari BPBD Kabupaten Yahukimo dalam&#13;
upaya rehabilitasi pasca bencana tanah longsor telah berjalan dengan baik namun belum&#13;
optimal. Selain itu, program yang sudah BPBD terapkan untuk menambah kapasitas dan&#13;
kualitas Pegawai BPBD yaitu dengan cara melakukan pelatihan kepada keseleruhan pegawai.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
