<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194473</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260222022145</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001557</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">MITIGASI BENCANA MELALUI DESA TANGGUH BENCANA DI KABUPATEN BADUNG PROVINSI BALI :</subfield>
      <subfield code="b">(Studi Kasus Di Kelurahan Tanjung Benoa) /</subfield>
      <subfield code="c">Nadila watora</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Nadila watora</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 hlm</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/25100</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Raddana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2025</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.340 959 862 31</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">363.340 959 862 31  NAD m</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pengamanan dari Bencana</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Problem Statement/Latar Belakang (GAP): penulis fokus pada kecamatan Tanjung&#13;
Benoa sebagai daerah zona merah tsunami, sehingga peneliti melihat perlu adanya&#13;
desa tangguh bencana yang memiliki tatanan organisasi yang kompleks untuk&#13;
membangun kesadaran masyarakat yang saat ini menjadi kerentanan bagi daerah&#13;
tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis&#13;
mitigasi bencana melalui desa tangguh bencana di Desa Tanjung Benoa, Kabupaten Badung, Provinsi Bali. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah&#13;
metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Hasil/Temuan: Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa kearifan lokal masyarakat setempat sangat besar pengaruhnya&#13;
terhadap proses penanganan bencana di Desa Tanjung Benoa Kabupaten Badung&#13;
Provinsi Bali. Hasil penelitian ini sesuai dengan fakta yang diperoleh dari wawancara&#13;
dengan informan, peneliti observasi di lingkungan Desa Tanjung Benoa. Kesimpulan:&#13;
Mitigasi bencana melalui desa tangguh bencana di Kecamatan Tanjung Benoa&#13;
Kabupaten Badung Provinsi Bali sangat menggembirakan dengan adanya sertifikat&#13;
Siap Tsunami dari UNESCO karena kearifan lokal.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
