<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194474</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260222112524</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001558</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN POTENSI WISATA SUNGAI TAMBORASI DI DESA TAMBORASI KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Asyraf</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Asyraf</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">12</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12272</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Sarwani</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.709 598 482 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.709 598 482 1 MUH i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kebijakan Bidang Pariwisata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang(GAP) :Obyek wisata ini diberi nama&#13;
permandianTamborasi oleh masyarakat setempat karena dinilai memiliki keunikan&#13;
tersendiri yakni dengan adanya sebutan sungai terpendek di dunia. Dengan keunikan&#13;
tersebut, maka masyarakat lokal maupun non lokal sering mengadakan kunjungan ke&#13;
daerah ini baik bersifat rekreatif maupun untuk tujuan penelitian.Tujuan : Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pengembangan potensi&#13;
Wisata Sungai Tamborasi, mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam&#13;
implementasi kebijakan pengembangan potensi Wisata Sungai Tamborasi, serta&#13;
untuk mengetahui upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam&#13;
implementasi kebijakan pengembangan potensi Wisata Sungai Tamborasi di&#13;
Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode : Teknik pengambilan&#13;
sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Jenis penelitian ini&#13;
yaitu kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode wawancara.&#13;
Hasil/Temuan : temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini ialah terdapat&#13;
beberapa faktor pendukung dalam implementasi kebijakan pengembangan sungai&#13;
tamborasi yaitu adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat setempat, fasilitas&#13;
sarana dan prasarana telah dilengkapi oleh pemerintah dan akan dirawat oleh&#13;
pengelola sungai tamborasi. Namun terdapat faktor penghambat yaitu jarak sungai&#13;
tamborasi yang tergolong jauh, masih ditemukan pengunjung yg merusak fasilitas&#13;
sungai tamborasi, belum terdapat cindera mata khas sungai tanborasi yang dapat&#13;
diperjual belikan. Beberapa upaya telah dilakukan yaitu membangun daya tarik wisata,&#13;
membangun aksesibilitas wisata, melengkapi saran dan prasarana di sungai&#13;
tamborasi, serta dilakukan pemberdayaan masyarakat setempat guna untuk&#13;
meningkatkan kesadaran, kapasitas, akses, dan peran masyarakat, baik secara&#13;
individu maupun kelompok, dalam memajukan kualitas hidup, kemandirian, dan&#13;
kesejahteraan melalui kegiatan Kepariwisataan. Kesimpulan : Implementasi&#13;
Kebijakan Pengembangan Potensi Wisata Sungai Tamborasi Di Desa Tamborasi&#13;
Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara telah dilaksanakan dengan baik&#13;
namun masih perlu beberapa peningkatan pada dimensi komunikasi,struktur&#13;
birokrasi, dan disposisi sesuai dengan teori edward III.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
