<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194481</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260222115541</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0226001565</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DALAM RANGKA PERCEPATAN PEMULIHAN EKONOMI DAERAH DI KOTA BAUBAU PROVINSI SULAWESI TENGGARA /</subfield>
      <subfield code="c">Inayah Asnan Nabila</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Inayah Asnan Nabila</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">7 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13056</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Syarifuddin</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 485 2</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.013 598 485 2 INA o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan Daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Munculnya Covid-19 telah menimbulkan ketidakstabilan&#13;
pada perekonomian di Kota Baubau maka diperlukannya pemulihan ekonomi untuk&#13;
mengembalikan ketidakstabilan ekonomi di Kota Baubau melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD).&#13;
Tujuan: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui bagaimana optimalisasi PAD dalam rangka&#13;
percepatan pemulihan ekonomi daerah, mengetahui faktor hambatan dalam optimalisasi PAD&#13;
dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi daerah, dan mengetahui upaya pemerintah untuk&#13;
mencegah hambatan tersebut. Metode: Metode yang penulis gunakan adalah deskriptif kualitatif&#13;
dengan pendekatan induktif. Data yang digunakan adalah Laporan Realisasi Anggaran Kota&#13;
Baubau sebagai data sekunder dan hasil wawancara dari pejabat Badan Pengelolaan Keuangan dan&#13;
Aset Daerah (BPKAD) Kota Baubau dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Baubau&#13;
sebagai data primer. Analisis data menggunakan metode analisis reduksi data, penyajian data,&#13;
deskripsi data dengan penarikan kesimpulan. Penelitian menggunakan teori optimalisasi dan teori&#13;
pemenuhan kebutuhan (wants) dan keinginan (needs). Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil&#13;
penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi PAD dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi&#13;
daerah di Kota Baubau sudah berjalan tetapi belum optimal. Kesimpulan: Belum optimalnya&#13;
disebabkan oleh beberapa faktor penghambat yaitu kurangnya kompetensi sumber daya manusia,&#13;
masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, retribusi dan pungutan lainnya,&#13;
kurang maksimalnya pengawasan terhadap wajib pajak, kurangnya sarana dan prasarana, dan&#13;
keterbatasan sumber daya. BPKAD Kota Baubau dan Disperindag telah membuat upaya dalam&#13;
mengatasi hal tersebut yaitu upaya meningkatkan sumber daya manusia, upaya meningkatkan&#13;
kesadaran wajib pajak yang tidak tertib dalam membayar pajak, upaya meningkatkan pengawasana&#13;
terhadap wajib pajak, upaya mengatasi kurangnya sarana dan pra sarana dan upaya dalam&#13;
mengatasi keterbatasan sumber daya. Penelitian ini penulis memberikan saran yaitu melaksanakan&#13;
pelatihan secara rutin dan berkala kepada sumber daya manusia, melakukan penambahan terhadap&#13;
aparat pemungut pajak dan retribusi juga pengawasan yang lebih ketat lagi, membuat suatu&#13;
kebijakan dalam meningkatkan PAD, pemeliharaan fasilitas, dan membuat kebijakan yang&#13;
berbasis teknologi informasi dengan online.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
