<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194595</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260302105757</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0326000042</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">OPTIMALISASI PEMANFAATAN ASET TETAP DAERAH (BANGUNAN) DALAM PENINGKATAN PAD PEMERINTAH KOTA SURABAYA PROVINSI JAWA TIMUR /</subfield>
      <subfield code="c">Mochammad Roihan Allamsyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Mochammad Roihan Allamsyah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12670</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ika Agustina</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">351.598 286 1</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">351.598 286 1 MOC o</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Administrasi Publik</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Kota Surabaya merupakan Kota Metropolitan yang cukup padat, hal ini sejalan dengan permasalahan pengelolaan aset pemerintah Kota Surabaya. BPKAD Kota Surabaya merupakan satuan kerja yang dimiliki Pemerintah Kota Surabaya yang memiliki tugas pokok dan fungsi untuk mengelola keuangan dan aset pemerintah kota Surabaya. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini mengetahui optimalisasi pemanfaatan, faktor penghambat dan upaya BPKAD dalam pemanfaatan aset bangunan yang dikelola oleh BPKAD dalam meningkatkan PAD kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait. Metode : Metode analisis yang digunakan adalah dengan metode deskriptif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, penelitian ini menggambarkan secara sistematis mengenai fakta, situasi dan aktivitias dari objek yang diteliti. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa hambatan yang menghambat optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Beberapa hambatan tersebut meliputi aset tetap bangunan yang rusak atau dalam kondisi buruk, tidak adanya pengelolaan yang profesional, kurangnya pengawasan atau monitoring, dan belum adanya kerja sama yang optimal dengan pihak swasta. BPKAD dalam mengatasi hambatan-hambatan tersebut, BPKAD dapat melakukan beberapa upaya. BPKAD melakukan perbaikan dan pemeliharaan secara teratur terhadap aset tetap bangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan pengawasan dan monitoring, dan menjalin kerja sama dengan pihak swasta yang memiliki pengalaman dan sumber daya yang cukup. Kesimpulan : Dengan melakukan upaya-upaya tersebut, diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi pemanfaatan aset tetap bangunan yang dikelola oleh BPKAD Kota Surabaya. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan pendapatan daerah serta kesejahteraan masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
