<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194604</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260302111759</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0326000051</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">IMPLEMENTASI ABSENSI ELEKTRONIK DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Ryan Qasthari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ryan Qasthari</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/15676</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Ismunarta</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.659 812 32</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.659 812 32 RYA i</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Manajemen kepegawaian pemerintah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kedisiplinan pegawai negeri sipil dinilai sangat dibutuhkan untuk tingkatkan kinerja pegawai serta citra kerja pada suatu lembaga pemerintahan. Untuk mengukur tingkatan kedisiplinan, salah satu bentuknya ialah memandang dari kedatangan ataupun absensi tiap harinya pada ketika pegawai datang serta pulang kantor. Salah satu upaya untuk meningkatkan disiplin pegawai yakni dengan penggunaan absensi elektronik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi absensi elektronik dalam meningkatkan disiplin pegawai negeri sipil di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan. Metode: metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah Pegawai Negeri Sipil yang bertugas di Dinas Komunikasi dan Informatika. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu bahwa Implementasi Absensi Elektronik di Dinas Komunikasi dan Informatika sudah berjalan cukup baik diukur melalui teori George C. Edward III, tetapi masih belum maksimal dalam pencapaian indikator Konsistensi dan Fasilitas. Faktor penghambat dalam implementasi absensi elektronik yakni pegawai belum beradaptasi dari absensi manual ke absensi elektronik, mesin absensi rusak, jaringan terputus, Tunjangan penghasilan pegawai yang diterima tidak sesuai menurut pendapat pribadi pegawai dan Tepat waktu dalam absensi namun saat jam kerja melakukan hal lain diluar dinas. Upaya yang dilakukan dalam implementasi absensi elektronik yakni mensosialisasikan penggunaan absensi elektronik secara berkelanjutan, pengoptimalan alat absensi, pemeriksaan operasional jaringan secara berkelanjutan, meningkatkan pemahaman sumber daya manusia, pemberian sanksi yang tegas. Kesimpulan: Meskipun Implementasi Absensi Elektronik di Diskominfo Kabupaten Asahan terlah berjalan dengan cukup baik, tetapi masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya konsistensi dan komitmen pegawai dalam implementasi absensi elektronik, kurangnya sarana pendukung dalam pelaksanannya.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
