<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194661</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260303080558</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0326000108</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">KINERJA APARATUR DALAM MENGELOLA DESTINASI WISATA DANAU TOLIRE PADA DINAS PARIWISATA KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA /</subfield>
      <subfield code="c">Rahmat Wirapraja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Rahmat Wirapraja</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">10 :</subfield>
      <subfield code="b">Ilus</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/14793</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Stenly Ferdinand Pangerapan</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.859 854 23</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">353.859 854 23 RAH k</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="650" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Pariwisata</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu rangka pembangunan daerah menjadi lebih baik kedepannya ialah dengan melaksanakan pengelolaan dan pembangunan sektor pariwisata utamanya ialah destinasi wisata danau tolire yang ditanggung jawabkan kepada Dinas Pariwisata, adapun untuk meningkatkan kinerja aparatur beban kerja yang diberikan perlu disesuaikan dengan anggaran, sarana prasarana dan pendapatan yang dihasilkan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis serta mendeskripsikan kinerja aparatur, kendala yang menjadi faktor penghambat dan upaya yang dilakukan Dinas Pariwisata untuk mengatasi hambatan. Metode: Penelitian ini menggunakan teori indicator kinerja oleh Agus Dwiyanto yang terdiri dari Produktivitas, Kualitas layanan, Responsivitas, Responsibilitas dan akuntabilitas. Metode yang peneliti gunakan ialah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Pengumpulan data dan informasi dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan dari data yang ada. Hasil/Temuan: Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Kinerja aparatur dalam mengelola destinasi wisata Danau Tolire sudah berjalan cukup baik. Hambatan dalam pelaksanaan pekerjaan adalah Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus tidak pernah ada untuk pengelolaan Danau Tolire, fasilitas dan sarana prasarana pendukung yang belum memadai serta lemahnya kesadaran masyarakat dan aparat dalam menjaga dan memelihara inventaris dan aset Dinas Pariwisata di Danau Tolire. Kesimpulan: Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah menyelesaikan sengketa kepemilikan lahan, melaksanakan pembangunan dan pemeliharaan fasilitas dan sarana prasarana, serta meningkatkan kesadaran aparat dan masyarakat.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
