<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194777</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260316033523</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0326000224</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">ANALISIS KEMAMPUAN DAN KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH SERTA PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI :</subfield>
      <subfield code="b">Studi Kasus Pada Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2011-2022 /</subfield>
      <subfield code="c">Apriediya Pradigma Sirestu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Apriediya Pradigma Sirestu</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">22 :</subfield>
      <subfield code="b">ilust.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/12546</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="700" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Jatnika Dwi Asri</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.259 865 21</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">336.259 865 21 APR a</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Keuangan daerah</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Sumbawa menjadi suatu hal yang sangat penting, karena kemampuan dan kemandirian keuangan daerah masih tergolong rendah dan memperihatinkan. Mengingat keuangan daerah digunakan sebagai pembiayaan pembangunan daerah. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara kemampuan dan kemandirian keuangan daerah serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun anggaran 2011-2022. Metode: Metode yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan regresi linier berganda, dimana penulis menghitung besarnya nilai rasio kemampuan dan kemandirian keuangan daerah yang sekaligus menjadi teknik analisis data yang digunakan kemudian mendeskripsikan hasil yang diperoleh setelah itu penulis melihat pengaruhnya dengan pertumbuhan ekonomi selama dua belas tahun terakhir yaitu 2011-2022 melalui aplikasi SPSS 25. Sebagaimana penelitian ini dilakukan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sumbawa. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa nilai dari rasio kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sumbawa selama dua belas tahun terakhir yaitu pada tahun 2011-2022 tergolong masih rendah dengan hasil perhitungan rasio kemampuankeuangan daerah terendah pada tahun 2016 yaitu 8,850% dan tertinggi pada tahun 2017 sebesar 14,897%. Kemudian Kemandirian keuangan daerah Kabupaten Sumbawa selama dua belas tahun terakhir masih tergolong instruktif dengan rasio tertinggi pada tahun 2017 sebesar 18,281% dan terendah tahun 2012 sebesar 8,803%. Berdasarkan hasil uji parsial antara kemampuan keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemandirian keuangan daerah terhadap pertumbuhan ekonomi terbukti berpengaruh atas uji t yang dilakukan. Sedangkan melalui uji F atau simultan juga memperlihatkan bahwa variabel independen terhadap variabel dependen memiiliki pengaruh serta dengan nilai koefisien determinasi sebesar 93,8%. Kesimpulan: Berdasarkan uji variabel secara parsial antara kemampuan keuangan daerah (X1) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) terbukti berpengaruh, dan antara kemandirian keuangan darah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) juga berpengaruh positif serta secara simultan antara kemampuan keuangan daerah (X1) dan kemandirian keuangan daerah (X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) berpengaruh positif dan signifikan</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
