<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<collection xmlns="http://www.loc.gov/MARC21/slim">
  <record>
    <leader>00000nam  2200000   4500</leader>
    <controlfield tag="001">INLIS000000001194780</controlfield>
    <controlfield tag="005">20260316040812</controlfield>
    <datafield tag="035" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">0010-0326000227</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="245" ind1="1" ind2="#">
      <subfield code="a">EFEKTIVITAS INOVASI SMART VILLAGE DALAM MENGATASI STUNTING DI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT PROVINSI LAMPUNG /</subfield>
      <subfield code="c">Muhammad Andi Timor Pratama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="100" ind1=" " ind2="#">
      <subfield code="a">Muhammad Andi Timor Pratama</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="300" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">11 :</subfield>
      <subfield code="b">ilust.</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="856" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/13488</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="260" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Sumedang :</subfield>
      <subfield code="b">Institut Pemerintahan Dalam Negeri,</subfield>
      <subfield code="c">2023</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="082" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635 981 852</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="084" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">352.635 981 852 MUH e</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="600" ind1="#" ind2="4">
      <subfield code="a">Kesejahteraan sosial</subfield>
    </datafield>
    <datafield tag="520" ind1="#" ind2="#">
      <subfield code="a">Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Berdasarkan data di smart village, saat ini sebanyak 21.786&#13;
balita di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dari jumlah itu terdapat balita stunting sebanyak 1.185&#13;
balita. Hasil SSGI pada tahun 2022 menunjukkan Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki&#13;
prevalensi stunting 5,4%. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas&#13;
Inovasi Smart Village dalam mengatasi Stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi&#13;
Lampung. Metode: Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang&#13;
digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti mengambil tempat penelitian di&#13;
Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Tiyuh Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung.&#13;
Hasil/Temuan: Adapun hasil penelitian ini adalah, untuk dimensi Pencapaian Tujuan, inovasi smart&#13;
village dilaksanakan dengan berfokus pada target yang telah ditetapkan serta dengan meningkatkan&#13;
Kinerja, kerja sama dan memaksimalkan setiap daya yang ada. Untuk dimensi Integritas, inovasi smart&#13;
village dilaksanakan dengan memonitoring pertumbuhan anak melalui penyajian data yang lengkap&#13;
dan tepat terutama data sasaran bagi keluarga beresiko stunting. Sedangkan dimensi Adaptasi&#13;
dilaksanakan dengan menyesuaikan inovasi smart village melalui observasi, wawancara, dan survei&#13;
untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang masalah stunting di Kabupaten Tulang&#13;
Bawang Barat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa inovasi&#13;
smart village dalam mengatasi stunting di Kabupaten Tulang Bawang Barat berjalan dengan efektif.&#13;
Saran yang diberikan adalah Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan&#13;
mengembangkan program pelatihan dan pendidikan melalui kerja sama antar setiap sektor pada&#13;
penerapan inovasi smart village dalam mengatasi stunting.</subfield>
    </datafield>
  </record>
</collection>
